Mantan Bos PlayStation Buka-bukaan Alasan Keluar dari Sony

Mantan Bos PlayStation Buka-bukaan Alasan Keluar dari Sony

Panji Saputro - detikInet
Selasa, 07 Sep 2021 22:36 WIB
Mantan Bos PlayStation Ungkap Alasannya Keluar dari Sony
Mantan Bos PlayStation Ungkap Alasannya Keluar dari Sony (Twitter/Shawn Layden)
Jakarta -

Shawn Layden, mantan bos PlayStation, keluar dari Sony sejak tahun 2019. Setelah dua tahun berlalu, ia pun membeberkan alasannya mengapai sampai memutuskan meninggalkan perusahaan teknologi asal Jepang tersebut.

Sebelumnya, memang kepergiannya ini tidak meninggalkan banyak penjelasan terkait alasannya keluar. Namun sekarang, Layden lebih banyak bicara tentang keputusannya pergi dari Sony.

"Ini adalah aktivitas anak muda. Saya merasa, itu saat yang tepat untuk memberikan warisan saya. Untuk melangkah maju di masa mendatang dan memungkinkan generasi lain membawa PlayStation 5 di pasar," kata Layden, dikutip detikINET dari Comicbook, Senin (6/9/2021).

Kendati begitu, ada beberapa spekulasi bahwa menyatakan bahwa ia keluar dari Sony karena masalah internal. Ada sebuah perebutan kekuasaan antara dirinya dan bos saat ini, Jim Ryan, yang mana mengawasi peluncuran PlayStation 5 tahun lalu.

Namun menurutnya rumor yang beredar tersebut tidak faktual. Layden merasa mengambil waktu yang tepat untuk meninggalkan perusahaan yang sudah menjadi tempat kerjanya selama 32 tahun.

Sejak meninggalkan Sony, penggantinya ialah Hermes Hulst, di mana sebelumnya memimpin tim di Guerrilla Games. Selama bertahun-tahun, secara gerilya, sudah mengembangkan game hebat, seperti Killzone dan Horizon Zero Dawn.

Saat ini, mantan bos PlayStation tersebut telah pindah ke tempat lain dan masih berhubungan dengan industri game. Layden, sekarang menjadi konsultan di Streamline Media Group, di mana memberikan nasihat kepada perusahaan, tentang strategi global terkait video game.

Bersama dengan Alexander Fernandez, CEO Streamline Media, mereka berbicara tentang bagaimana perusahaan bertujuan untuk mempromosikan keragaman dengan merekrut bakat dari penjuru dunia.

Layden berharap, fokus Streamline dalam membantu memfasilitasi pengembangan game di seluruh dunia akan menghasilkan game yang lebih beragam. Sehingga dapat menyeimbangkan game kelas berat di puncak



Simak Video "Perilisan PS5 di India Terhalang Masalah Merek Dagang"
[Gambas:Video 20detik]
(hps/fay)