Wujud Potongan Planet Mars Terbesar yang Jatuh ke Bumi

Wujud Potongan Planet Mars Terbesar yang Jatuh ke Bumi

Rachmatunnisa - detikInet
Senin, 06 Sep 2021 05:40 WIB
Mars
Seperti Ini Rupa Potongan Mars Terbesar di Dunia. Foto: NASA
Jakarta -

Potongan Mars terbesar yang pernah jatuh ke Bumi, untuk pertama kalinya dipamerkan ke publik. Bagian dari Mars ini memiliki berat 14,5 kg dan berukuran 25 cm pada titik terlebarnya.

Keberadaan benda ini diresmikan pekan ini di Maine Mineral and Gem Museum di Bethel, Amerika Serikat. Untuk diketahui, tempat ini juga menampung sekitar 6.000 batuan luar angkasa, termasuk bagian terbesar dari batuan Bulan dan batuan beku tertua yang terbentuk dari aktivitas vulkanik di Tata Surya.

Dikutip dari Live Science, gumpalan batu itu berakhir di Bumi setelah asteroid atau komet besar meledakkannya dari permukaan Mars.

"Batuan Mars itu jatuh ke Bumi sebagai meteorit. Mereka dikeluarkan dari Mars oleh peristiwa dampak besar energi," kata Carl Agee, direktur Institute of Meteoritics di University of New Mexico.

Batuan Mars bernama Taoudenni 002 tersebut merupakan meteorit Mars utuh terbesar yang belum dipotong di Bumi sejauh ini. Agee sendiri memang terlibat dalam memastikan batu itu memang berasal dari Planet Merah.

marsPotongan meteorit Mars. Foto: Maine Mineral and Gem Museum

"Ada sekitar 300 keping batu Mars di Bumi, dengan total sekitar 227 kg. Namun, kolektor sering memecahnya untuk menjualnya secara terpisah, sehingga jumlah sebenarnya meteorit Mars yang diketahui di Bumi adalah antara 100 dan 150," sebut Agee.

Setelah dampak kuat mengeluarkan batu dari Mars, mereka melayang melalui ruang dan akhirnya berakhir di orbit melintasi Bumi mengelilingi Matahari.

Seorang pemburu meteor lokal menemukan Taoudenni 002 di dekat tambang garam gurun di Mali sebelum pedagang meteorit terkemuka dunia Darryl Pitt membelinya untuk Maine Mineral and Gem Museum pada April 2021.

"Kejatuhan meteorit tidak disaksikan, tetapi kemungkinan baru terjadi, kemungkinan dalam beberapa 100 tahun terakhir karena kondisinya yang terpelihara dengan baik," jelas Agee.

Setelah memperoleh meteorit di Mali, Pitt mengirim sampel kecil batu itu ke Agee untuk memastikan asalnya. Meteorit Mars memiliki tanda kimia tertentu, dan mineral serta elemen di Taoudenni 002 sangat cocok dengan mineral Mars yang diketahui.

"Ini adalah shergottite, yang merupakan jenis utama meteorit Mars. Batuan ini mengandung mineral olivin, piroksen, dan feldspar yang terbentuk dari dampak Mars yang mengeluarkannya," urai Agee.

Komposisi meteorit juga mengisyaratkan bagaimana batu itu dibuat. Kemungkinan besar terbentuk dalam episode vulkanik di Mars lebih dari 100 juta tahun yang lalu.

"Bahkan batuan Mars yang lebih besar mungkin tersembunyi di Bumi, berpotensi terkubur di bawah gundukan pasir di Sahara atau jauh di dalam es di Antartika, atau mungkin di dasar lautan," tutup Agee.



Simak Video "Kalau Wisata ke Planet Mars, Destinasinya Kemana Aja Ya?"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fyk)