Pengembang Bayar Rp 364 Juta Agar Gamenya Bisa Muncul di PS Store

Pengembang Bayar Rp 364 Juta Agar Gamenya Bisa Muncul di PS Store

Panji Saputro - detikInet
Minggu, 04 Jul 2021 13:57 WIB
PlayStation Network
Developer Harus Bayar Rp 364 Juta Jika Ingin Gamenya Muncul di PS Sotre (Foto: istimewa)
Jakarta -

Mahal banget! Para developer harus menyetor sejumlah uang, yakni USD 25.000 (sekitar Rp 364 juta), agar game mereka dapat terpampang di PlayStation Store. Ditambah, pemotongan penjualan sebesar 30 persen dari setiap game yang terjual.

Iain Garner, Co-Founder studio game Neon Doctrine, menyampaikan sebuah opini terkait sistem serupa tersebut. Pada thread yang dibagikan di Twitter pribadinya, Garner tidak melafalkan secara spesifik platform yang dimaksud.

"Jadi ini adalah utas mengenai Platform X. Saya tidak akan mendefinisikan secara lengkap Platform yang dimaksud. Tapi ini adalah operator konsol yang sangat sukses dan pastinya tidak memiliki produk Game Pass," tulis Garner, seperti dikutip detikINET dari Twitter, Jumat (2/7/2021).

Ia menjelaskan bahwa Platform X tidak memberi para developer kemampuan untuk mengelola game mereka. Untuk mendapatkan promosi, pengembang game harus melewati tahap yang cukup rumit.

"Anda harus melewati rintangan, memohon dan memohon untuk bisa mempromosikan game di tingkat apa pun. Terlebih harus membuat sebuah blog terkait game tersebut," tulis Garner.

Meskipun tidak menuturkan dengan detail Platform X yang dimaksud, akan tetapi melalui Screenrant, kritikan yang ia buat ditujukan kepada Sony. Hal ini pun mengingat bahwa layanan yang dimaksud tidak memiliki Game Pass (Xbox).

Garner menambahkan, beberapa tahap yang harus dilakukan agar game dapat terpampang di toko, yaitu membuat trailer khusus terkait game di platform, menulis blog, dan menyertakan akun media sosial. Bahkan untuk dapat meluncurkan game dengan harga diskon, memerlukan persetujuan pemilik konsol dan itu pun sangat terbatas.

Parahnya, tercatat semua tahap rumit dapat dilewati dengan membayar sejumlah uang, sebesar USD 25.000 (sekitar Rp 364 juta). Ditambah, aturan mencekik yang mengharuskan developer menyetujui setiap game akan dipotong 30 persen dari pendapatannya, yang mana ditunjukkan untuk pemegang platform.

Di akhir thread, Garner pun lebih mempromosikan game buatan timnya, yang mengarah ke Steam. Di sana, game mereka pun sedang ada pemotongan harga dan sepertinya tidak ada kesulitan untuk melakukan hal tersebut.



Simak Video "Tarif Cuci Motor Detailing Harganya Ratusan Ribu, Apa Sih Bedanya?"
[Gambas:Video 20detik]
(hps/fay)