Samsung Display dan Intel bekerja sama mengembangkan teknologi baru bernama SmartPower HDR untuk laptop OLED. Teknologi ini diklaim mampu menekan konsumsi daya saat pengguna menikmati konten HDR, tanpa harus mengorbankan kualitas visual yang menjadi keunggulan layar OLED.
Intel sebenarnya sudah mendemonstrasikan SmartPower HDR sejak tahun lalu. Namun, Samsung Display baru membeberkan detail cara kerjanya, termasuk potensi penghematan daya yang bisa dicapai. Meski begitu, Samsung belum mengungkap laptop mana saja yang akan mengadopsi teknologi ini, sehingga jadwal kehadirannya di produk komersial masih belum jelas.
SmartPower HDR bekerja dengan pendekatan yang lebih dinamis dibandingkan HDR konvensional. Samsung Display menjelaskan bahwa chipset di dalam laptop akan memantau tingkat kecerahan puncak (peak brightness) setiap frame secara real-time. Data tersebut kemudian diteruskan ke chip timing controller (TCON) pada panel OLED, demikian dikutip detikINET Rabu (7/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
TCON akan mengombinasikan informasi tingkat kecerahan dengan rasio piksel aktif di layar untuk menentukan tegangan optimal yang dibutuhkan panel pada saat itu. Dengan cara ini, layar tidak selalu dipaksa bekerja pada tegangan dan kecerahan maksimum.
Samsung Display menilai pendekatan ini menjawab masalah utama HDR di laptop saat ini. Pada mode HDR tradisional, layar sering kali dikunci di tingkat kecerahan maksimal, sehingga konsumsi daya tetap tinggi meski pengguna hanya melakukan aktivitas ringan seperti browsing atau mengetik dokumen. Akibatnya, banyak laptop OLED memilih tetap menggunakan mode SDR (Standard Dynamic Range) demi efisiensi baterai.
Dengan SmartPower HDR, kondisi tersebut diubah. Untuk penggunaan umum seperti browsing web atau mengedit dokumen, panel OLED dapat berjalan pada tegangan yang lebih rendah. Sebaliknya, saat menampilkan game atau video HDR, sistem akan menaikkan kecerahan dan tegangan sesuai kebutuhan konten.
Samsung Display mengklaim SmartPower HDR mampu mengurangi konsumsi daya emisi piksel OLED hingga 22% pada penggunaan umum, serta hingga 17% saat memutar konten HDR. Menariknya, pada skenario penggunaan sehari-hari, konsumsi daya SmartPower HDR disebut mendekati mode SDR, meski tetap mempertahankan keunggulan warna dan kontras HDR.
Jika klaim ini terbukti di perangkat nyata, SmartPower HDR berpotensi membuat laptop OLED lebih ramah baterai tanpa memaksa pengguna memilih antara kualitas visual dan efisiensi daya. Namun, hingga ada pengumuman resmi soal produk yang mendukungnya, teknologi ini masih sebatas janji di atas kertas.
(asj/asj)