Jelang Tanding Irene VS Dewa Kipas, Ini yang Kamu Perlu Tahu

Jelang Tanding Irene VS Dewa Kipas, Ini yang Kamu Perlu Tahu

Panji Saputro - detikInet
Senin, 22 Mar 2021 11:01 WIB
Turnamen Catur Japfa Grand Master Internasional 2015 digelar di Hotel Kartika Chandra Jakarta. Pada hari keenam, Senin, (20/04/2015) yang hanya memainkan satu babak (8), Irene Kharisma Sukandar ditantang yuniornya Muhammad Lutfi Ali.
Jelang Tanding Irene VS Dewa Kipas, Ini yang Kamu Perlu Tahu (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta -

Pertandingan Irene vs Dewa Kipas, akan digelar Senin (22/3/2021. Hal ini disampaikan oleh Deddy Corbuzier selaku penyelenggara melalui Instagram miliknya.

Pertandingan catur ini akan disiarkan secara live di channel Youtube Deddy Corbuzier pukul 15.00 WIB. Ini merupakan pertandingan persahabatan dengan total hadiah yang telah disiapkan sebanyak 300 juta rupiah.

"Apapun yang terjadi, ini akan membuat dunia catur di Indonesia luar biasa. Yuk kita support, yuk kita bantu. Apapun yang terjadi di pertandingan nanti, siapapun yang menang, ini tidak ada jeleknya buat dunia catur di Indonesia," Kata Deddy dalam Podcast Close The Door di Channel Youtube-nya.

""Kalau Irene menang, luar biasa, kita berikan penghargaan buat beliau. Kalau Dewa Kipas menang, kita menemukan sebuah permata di dasar laut, kan tidak ada yang tahu," tambahnya.

Polemik Dewa Kipas alias Dadang Subur dengan Levy Rozman sudah terjadi sejak 2 Maret 2021. Banyak sekali perdebatan oleh netizen Indonesia, terkait hukuman blokir yang diterima akun Dewa Kipas di Chess.com.

Diberitakan sebelumnya, bahwa Dewa Kipas mendapatkan hukuman blokir setelah dia mengalahkan master catur internasional, GothamChess alias Levy Rozman. Dengan akurasi jalan yang tinggi, dan statistik permainan yang sedikit mencurigakan, GothamChess melakukan laporan atas akun Dewa Kipas.

Alhasil, pengikut dari master catur internasional tersebut ikut memberikan laporan hingga akhirnya Chess.com resmi menutup akun Dewa Kipas. Dari kejadian itu, banyak netizen Indonesia yang mengira bahwa penutupan akun yang terjadi hasil dari laporan yang dilakukan oleh GothamChess dan penggemarnya.

Namun, setelah kejadian ini semakin viral, pihak Chess.com menyampaikan bahwa penutupan akun terjadi bukan atas dasar pelaporan yang diterima baik dari GothamChess ataupun komunitas. Tetapi pihaknya bersama dengan tim Fair Play, telah melakukan peninjauan dan menyatakan Dewa Kipas mutlak melakukan kecurangan.

Terlepas dari polemik yang terjadi, nyatanya pihak Dewa Kipas dan GothamChess sudah berdamai. Namun hal ini kembali mencuat di Internet setelah pihak PERCASI memberikan tanggapan terkait Dewa Kipas melalui konferensi pers di channel Youtube SCUA TV.

Singkatnya, GM Irene Sukandar mewakili Percasi diundang ke podcast Deddy Corbuzier untuk memberikan tanggapan terkait pecatur Indonesia, Dewa Kipas alias Dadang Subur.

Dikabarkan bahwa sebelumnya Dadang menolak tantangan bermain catur dengan salah satu grandmaster catur Indonesia. Namun setelah podcast tersebut, akhirnya Dadang menyampaikan bahwa dia menerima tantangan bermain catur dalam rangka pertandingan persahabatan dengan GM Irene Sukandar.

Pertandingan ini berhasil terwujud atas upaya yang dilakukan Deddy dengan tujuan membawa semangat yang luar biasa bagi pemirsa atau anak muda Indonesia terhadap catur.

"Ini merupakan prestasi, jadi harus dibuat heboh, kenapa tidak. Untuk negara kita, untuk bangsa kita, untuk NKRI, dibandingkan menghebohkan radikalisme, lebih baik melawan hal tersebut dengan karya," kata Deddy.

Di akhir podcast, Deddy meyampaikan bahwa dia juga berharap dunia catur di Indonesia bisa semakin mencuat lebih baik, lebih hebat dan maju lagi.



Simak Video "Beli Papan Catur, Dewa Kipas Siap Hadapi GM Irene Kharisma"
[Gambas:Video 20detik]
(hps/afr)