Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Peningkatan Harga Laptop Imbas Krisis RAM Diprediksi Tembus 40%

Peningkatan Harga Laptop Imbas Krisis RAM Diprediksi Tembus 40%


Anggoro Suryo - detikInet

Laptop, Computer, Desktop PC, Human Hand, Office / soft focus picture / Vintage concept
Foto: Getty Images/iStockphoto/Urupong
Jakarta -

Banyak analis yang sudah memperkirakan harga laptop dan ponsel akan terus meningkat imbas krisis RAM. Namun analisis terbaru dari TrendForce mengungkap perkiraan yang mengkhawatirkan.

Analisis terbaru itu menyebut peningkatan harga laptop ini akan mencapai 40%. Menurut TrendForce, harga laptop mainstream saat ini rata-rata adalah USD 900 atau sekitar Rp 15 juta.

Harga ini ditentukan oleh TrendForce berdasarkan harga laptop yang dijual selama Q1 2025. Kemudian, dalam skenario sebelum munculnya krisis RAM ini, harga komponen RAM dan SSD berdampak pada 15% dari total bill of material (BOM/harga komponen) yang diperlukan untuk memproduksi sebuah laptop.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Lalu setahun kemudian, komponen terkait memori seperti RAM dan SSD ini diperkirakan mencapai 30% dalam BOM, meningkat jauh dibanding data harga 2025 tersebut, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Kamis (12/3/2026).

Di sisi lain, menurut HP, harga RAM ini kini berdampak pada 35% biaya saat membuat PC baru. Peningkatan ini harus dibayar oleh konsumen jika pabrikan PC mau mempertahankan persentase keuntungan mereka saat menjual PC.

Kondisi ini kemudian diperparah langkah Intel yang menaikkan harga prosesor entry level keluaran lamanya, dengan peningkatan mencapai 15%. Kemudian pabrikan asal Amerika itu juga diperkirakan mau meningkatkan harga untuk prosesor kelas menengah dan atas pada Q2 tahun ini.

Dampak peningkatan harga prosesor ini besar pada harga akhir laptop, karena persentase harga prosesor ini salah satu yang terbesar dalam BOM sebuah laptop, Alhasil, harga laptop bakal meningkat lebih tinggi.

Selain harganya dinaikkan, TrendForce juga melihat adanya tren pasokan prosesor yang tak stabil dari AMD dan Intel, ini karena banyak perusahaan di industri ini yang memprioritaskan bisnisnya ke Nvidia dan rencaha pembangunan data center AI.

Dengan berbagai peningkatan harga komponen ini, TrendForce memperkirakan harga laptop mainstream bakal meningkat hingga 40% di tingkat konsumen.




(asj/asj)




Hide Ads