Lagi viral podcast Raditya Dika dan Sheila Dara, keduanya cerita habis makan unagi super enak di sebuah restoran. Otomatis, pencarian soal unagi di media sosial langsung ramai.
Beberapa orang berkomentar bahwa mereka selama ini mengira unagi adalah belut, namun ternyata ikan sidat. Nah loh, sebenarnya ikan sidat itu sama tidak dengan belut?
Jawabannya beda ya, detikers. Meskipun sekilas mereka punya bentuk badan yang sama, mirip ular, tapi keduanya tidak sama. Biasanya orang tertukar antara sidat dan belut karena mereka badannya panjang juga licin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perbedaan ikan sidat dan belut
- Sirip: Ikan sidat memiliki sirip dada (pektoral) di dekat kepala, sementara belut tidak punya sama sekali.
- Habitat: Ikan sidat hidup di perairan jernih dengan arus (sungai/danau), lalu bermigrasi ke laut untuk kawin. Belut hidup di perairan berlumpur, sawah, atau rawa yang tenang.
- Siklus hidup: Ikan sidat adalah hewan katadromus, itu artinya dia lahir di laut, besar di air tawar, dan kembali lagi ke laut untuk bertelur. Sedangkan belut menetap di air tawar sepanjang hidupnya.
- Pernapasan: Ikan sidat bernapas menggunakan insang, kalau belut pakai lapisan kulit dan mulut.
- Bentuk ekor: Ikan sidat punya ekor yang pipih dan dikelilingi sirip yang menyatu. Belut, punya ekor yang lancip dan tidak bersirip.
"Secara sepintas ikan sidat mirip dengan belut. Memiliki tubuh bulat memanjang dengan mata kecil. Yang membedakan adalah, ikan sidat mempunyai sirip di dekat kepalanya, sehingga mirip seperti telinga," tulis Deni Firmansyah di dalam bukunya 'Kupas Tuntas Budidaya Sidat'.
Belut hidup di daerah berlumpur, sedangkan sidat habitatnya dalam air yang jernih, banyak mengandung oksigen yang terlarut.
Saat ini menjadi salah satu ikan yang dicari. Bukan cuma di Indonesia, tetapi juga di luar negeri, terutama di Hongkong dan Jepang. Harga olahan sidat termasuk makanan mewah, sehingga harganya pun relatif mahal.
"Betapa tidak, selain mengandung vitamin A 4.700 iu/100 g, sidat juga mengandung DHA dan EPA yang sangat baik untuk kecerdasan otak," sambungnya.
Sayangnya, sidat masih banyak didapatkan dari alam dan masih banyak yang belum tertarik membudidayakan sidat. Padahal, teknik budidayanya disebut tidak terlalu rumit.
(ask/ask)

