Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Mengapa Manusia Butuh Waktu Lama untuk Kembali Injakkan Kaki di Bulan?

Mengapa Manusia Butuh Waktu Lama untuk Kembali Injakkan Kaki di Bulan?


Aisyah Kamaliah - detikInet

Sudah setengah abad sejak Neil Armstrong mendarat di bulan pada 20 Juli 1969. Berikut kumpulan foto dan deretan fakta menarik terkait misi Apollo 11. Yuk, simak
Misi pendaratan di Bulan pada 20 Juli 1969 oleh misi Apollo 11. Foto: Reuters
Jakarta -

Sudah sejak Desember 1972, manusia belum kembali menginjakkan kaki di Bulan. Misi terakhir dilakukan pada misi Apollo 17 dari NASA.

Hingga pada Juni 2026, NASA baru mengumumkan kru Artemis III yang direncanakan terbang ke Bulan dan menginjakkan kaki ke permukaan pada 2027. Sebenarnya, apa yang membuat manusia butuh waktu lama untuk kembali ke Bulan?

Pada dasarnya, NASA hanya ingin memastikan keselamatan astronaut ketika tiba saatnya untuk mendarat di permukaan bulan. Tetapi bagian yang lebih besar dari masalah ini adalah kurangnya kendaraan untuk membawa manusia ke Bulan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Melansir IFLScience, Kamis (11/6/2026), Orion membawa awak Artemis II mengelilingi Bulan, tetapi tidak pernah dirancang untuk mendarat di sana. Rencana saat ini adalah memiliki kendaraan terpisah (yang dirancang dan dibuat oleh perusahaan Elon Musk, SpaceX) yang menunggu kedatangan awak di sekitar Bulan.

"Orion akan berlabuh dengan Sistem Pendaratan Manusia (HLS) Starship milik SpaceX yang akan menunggu pesawat ruang angkasa di orbit yang membawanya relatif dekat ke Bulan setiap enam setengah hari," jelas Badan Antariksa Eropa (ESA). Modul Layanan Eropa ESA sekali lagi akan berperan penting dalam mendukung Orion, menunjukkan peran abadi Eropa di jantung program Artemis.

"Orbit bulan baru ini disebut Orbit Halo Hampir Lurus (Near Rectilinear Halo Orbit) yang membawa wahana antariksa mendekat ke permukaan Bulan dan kemudian terbang dalam elips memanjang menjauh dari Bulan," sambung ESA.

Ini rencana yang keren, tetapi tidak ada artinya jika tidak dapat diwujudkan. Dalam pembaruan pada bulan Maret, inspektur jenderal NASA mengatakan bahwa telah terjadi penundaan pengembangan sekitar dua tahun untuk wahana tersebut, menurut Reuters.

Di antara masalahnya adalah wahana tersebut perlu diisi bahan bakar di luar angkasa oleh sekitar 11 kapal pengisian bahan bakar, yang kemudian harus berlabuh dengan HLS, dalam operasi yang belum pernah dilakukan dalam skala sebesar itu sebelumnya. NASA saat ini khawatir bahwa teknologi untuk mentransfer propelan kriogenik 'tidak akan cukup matang' menjelang pendaratan tahun 2028.

Meskipun demikian, dengan Artemis III, NASA mengambil langkah kecil lainnya menuju pendaratan di Bulan sekali lagi.

"Bayangkan berapa banyak pesawat ruang angkasa, yang semuanya pada akhirnya akan membawa manusia, akan berada di orbit pada waktu yang bersamaan, dari Dragon, Shenzhou, Soyuz, mungkin Starliner, Starship, dan wahana pendarat Blue Origin," ujar Administrator NASA Jared Isaacman.

"Ini tampak seperti awal dari masa depan yang kita bayangkan saat masih kecil. Ini tampak seperti awal mula Starfleet pertama Bumi bagi saya," tandasnya.



(ask/afr)






Hide Ads