Penjualan Game Konsol Tembus Rp 776 Triliun Selama 2020

Penjualan Game Konsol Tembus Rp 776 Triliun Selama 2020

Panji Saputro - detikInet
Sabtu, 13 Mar 2021 17:08 WIB
Nintendo Switch Edisi Mario
Penjualan Game Konsol Mencapai USD 54 Miliar Selama Tahun 2020 (Foto: Dok. Nintendo)
Jakarta -

Di tengah maraknya game mobile saat ini, game konsol tidak ingin kalah dan menunjukkan performa yang baik dari segi penjualan. Nyatanya, game konsol sudah mendapatkan total penjualan hingga USD 53,9 miliar (sekitar Rp 776 triliun) pada tahun 2020.

Pandemi yang menghantui seluruh dunia, memaksa penduduk di berbagai negara mencari alternatif lain untuk dijadikan aktivitas di tengah menyebarnya virus COVID 19. Industri game yang sedang mengalami perkembangan menjadi pilihan bagi sebagian orang untuk mengisi aktivitas ketika program Stay at Home dijalankan.

Beberapa orang lebih memilih untuk bermain game dibandingkan harus menghabiskan waktu di luar rumah. Terlepas dari dampak negatif yang ditimbulkan COVID 19, industri game justru mengalami peningkatan, seperti yang dialami oleh Nintendo Switch.

Game Animal Crossing: New Horizons mengalami pelonjakan yang amat besar pada penjualannya, dan secara keseluruhan pasar game konsol mengalami pertumbuhan miliaran pada tahun 2020.

Belum lagi persaingan panas antara PlayStation dan Microsoft dengan penawaran konsol baru mereka, serta kesuksesan Nintendo Switch yang mampu menghasilkan 87% dari penjualan konsol Jepang pada tahun 2020, dengan pengeluaran hingga 7 juta unit.

Setelah data tahun 2020 dikumpulkan, antara perangkat keras, perangkat lunak dan layanan (PS+ & Xbox Game Pass) di konsol, mencapai total pengeluaran hingga USD 53,9 miliar (sekitar Rp 776 triliun), 19% lebih tinggi dibandingkan tahun 2019.

Informasi tersebut menunjukkan bahwa meskipun Nintendo mendominasi pasar, tetapi Sony masih menjadi yang teratas, menyumbang 46% dari total tahun 2020. Hal ini dikaitkan dengan pengguna Sony yang lebih besar dari 114 juta versus Switch sekitar 80 juta.

Persentase yang meningkat ini didukung oleh layanan konsol seperti PS Plus dan Xbox Game Pass yang membuat layanan tersebut tampak lebih menarik bagi gamer. Namun sayangnya Xbox hanya menyumbang 23% dari total USD 53,9 miliar.

Sehingga harapan ke depannya, mereka dapat memimpin di atas PlayStation dan Nintendo Switch. Ditambah akuisisi besar yang mereka lakukan terhadap Bethesda, anak perusahaan ZeniMax Media.

Berdasarkan penjualan aksesoris game di bulan Januari, sepertinya tidak ada kendala yang memperlambat perkembangan industri game. Harapannya, ketika pandemi ini akan segera berakhir, kebiasaan orang-orang bermain game di tahun 2020 tidak berubah di tahun 2021 dan ke depannya, dilansir detikINET dari Gamerant, Sabtu (13/3/2021).



Simak Video "Strategi Xbox Hadapi Persaingan dengan PS5"
[Gambas:Video 20detik]
(hps/fay)