Razia Cheater di Call of Duty: Warzone, 60 Ribu Akun Diblokir

Razia Cheater di Call of Duty: Warzone, 60 Ribu Akun Diblokir

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Kamis, 04 Feb 2021 19:40 WIB
Call of Duty: Modern Warfare 2
Foto: Istimewa
Jakarta -

Activision merazia cheater di Call of Duty: Warzone, dan ada 60 ribu akun yang kena blokir dalam razia tersebut.

Dalam postingan blog resmi mereka disebutkan kalau sejauh ini sudah ada 300 ribu akun yang terbukti menggunakan software cheat dan sudah diblokir secara permanen, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Kamis (4/2/2021).

Activision pun menulis mereka tak akan memberikan toleransi apa pun untuk gamer yang menggunakan cheat. Begitu juga dengan Raven Software sebagai pengembang gamenya, yang menjanjikan akan memberikan pembaruan untuk menambal software dari cheat setidaknya sebulan sekali.

Call of Duty: Warzone adalah mode battle royale versi gratis dari Call of Duty: Modern Warfare. Pertama diperkenalkan pada musim ke-2 dan mengadu pemain sampai dengan 150 orang dalam sebuah pertempuran untuk mencari siapa yang bisa bertahan sampai akhir.

Game ini bisa diinstal secara terpisah dari Modern Warfare, dan pada Agustus 2020 lalu sudah mempunyai 75 juta pemain. Dengan pemain sebanyak itu, maka tak aneh jika ada saja yang menggunakan software versi modifikasi dengan fitur-fitur tertentu, yang tergolong aplikasi cheat.

Cheat semacam ini bermacam jenisnya, dari sekadar cheat untuk membidik otomatis ke arah kepala musuh. Atau bisa juga wallhacks, yang bisa menunjukkan musuh yang ada di balik tembok.

Hal seperti ini bisa membuat frustrasi pemain yang tak menggunakan cheat, karena mereka akan mudah dikalahkan oleh para cheater. Saking frustrasinya, beberapa di antaranya pun meninggalkan game ini.

Salah satunya adalah YouTuber Vikkstar123 yang sudah berhenti bermain Warzone setelah menemukan adanya cheater yang terang-terangan menggunakan wallhacks dan aimbot, dan menyiarkan permainannya itu di Facebook Gaming.

Lebih parahnya, cheater itu adalah bagian dari program Level Up milik Facebook, jadi ia bisa bebas menyiarkan permainannya sembari menghasilkan uang dari sana. Facebook memang sudah mematikan fitur monetasi cheater tersebut, namun ia tak diblokir dan masih bisa menyiarkan permainannya dengan bebas.

Tak cuma memblokir, pada 2020 lalu Activision juga mengancam untuk menuntut CxCheats karena mengembangkan dan menjual software cheat untuk jajaran game Call of Duty.



Simak Video "Ajak Anak Jelajahi Dunia Internet dengan Permainan Interland"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)