eSports Akan Masuk Asian Games 2022 dan Dibahas di Revisi UU SKN

eSports Akan Masuk Asian Games 2022 dan Dibahas di Revisi UU SKN

Aisyah Kamaliah - detikInet
Jumat, 15 Jan 2021 15:49 WIB
Ilustrasi main game
eSports jadi cabang yang masuk Asian Games 2022. Foto: Dok. Vivo
Jakarta -

Eksistensi eSports sebagai salah satu cabang olahraga makin terus mendapatkan sorotan juga perhatian. Salah satu hal yang paling mencolok adalah ketika eSports secara resmi akan jadi salah satu cabang di Asian Games 2022.

"Sekarang animo masyarakat tinggi. Orang memang masih ada keraguan, iya. Tapi udah cukup confident dengan keberadaan esports. 2022 eSports itu akan resmi dipertandingkan, di Asian Games," ucap Sekretaris Menpora, Gatot S Dewa Broto, dalam acara Virtual Press Conference Garena Free Fire Master League Season III Indonesia, Jumat (15/1/2021).

Diketahui bahwa Olympic Council of Asia (OCA) telah menyetujui eSports untuk pertama kalinya pada Asian Games. Asian Games 2020 akan bertempat di Hangzhou, China. Pada bulan April, presiden Komite Olimpiade Internasional Thomas Bach menyerukan untuk segera menyelidik olahraga elektronik untuk Asian Games 2022 dan mulai mendekati para game publishers.

Selanjutnya, Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora) sedang dalam upaya 'pemanasan' untuk pembahasan revisi Undang-Undang SKN yang mana diketahui eSports sendiri belum masuk pembahasan. Di sinilah, Kemenpora berupaya memberikan dukungannya untuk membahas potensi eSports.

"Kita tahu eSports belum masuk Undang-Undang SKN, bukan berarti ini barang ilegal hanya saja kemajuan teknologi selalu mendahului dibandingkan eksistensi regulasi. Harapan kami pembahasan nanti, kita tinggal diundang DPR saja nih, kita sudah siap. Semoga akan kami akomodasikan, dalam konteks ini akan membantu komunitas esports, penggemar FF, kita benar nggak sih diakui pemerintah. Kan lebih enak," ujar Gatot.

Dengan adanya dorongan Kemenpora dalam memberikan payung hukum untuk eSports, Kemenpora juga berharap pemerintah bisa memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat eSports. Masyarakat harus mengetahui urgensi dari sebuah eSports itu sendiri.

"Kami mendorong pemerintah agar mengkampanyekan eSport harus masuk revisi UU SKN. Tanpa sosialisasi edukasi pada masyarakat, kita hanya single fighter. Apalagi di masyarakat, antara yang plus dan negatif, dalam konteks konstruktif dan destruktif, masih seimbang," pungkasnya.



Simak Video "Sundul Langit! Cara Baru Olahraga Asik dari Kemenpora"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)