5 Syarat Kalau Mau Bikin Tim Esports

5 Syarat Kalau Mau Bikin Tim Esports

Irna Gayatri - Content Writer RRQ - detikInet
Senin, 16 Nov 2020 21:15 WIB
Ilustrasi Manajemen Esports
Ilustrasi ruangan esports (Ella Don via Unsplash/RRQ)
Jakarta -

Popularitas esports saat ini telah membuat banyak public figure atau artis tergiur mencoba bermain di ranah ini juga. Sebut saja Ariel dengan Pilar Esports, Reza 'Arap' Oktovian dengan Morph Team, dan baru-baru ini Baim Wong yang namanya belum lama ini muncul sebagai salah satu anggota Geng Kapak Esports (GPX).

Memangnya mudah, ya, membuat tim esports? Jangan buru-buru mengambil kesimpulan. Simak dulu penjelasan mengenai 5 hal yang harus ada kalau mau bikin tim esports.

1. Pemain yang potensial

Sebuah tim esports tanpa pemain tentu jadi sia-sia karena sejatinya esports adalah sebuah kompetisi. Jadi, kalau ingin membentuk tim esports, kalian harus punya modal SDM berupa pemain yang potensial. Kenapa potensial bukan yang jago? Kalian tentu mau memenangkan pertandingan, kan? Namun, pemain yang jago tentu sudah direkrut duluan sama tim yang lebih besar. Karena itu, kalian harus punya mata yang jeli untuk melihat pemain yang potensial.

Di sini, kalian bisa cari talenta-talenta terbaik yang sering atau pernah memenangkan turnamen. Bisa juga dengan melihat top score di game yang kalian fokuskan.

2. Target dan tujuan

Ilustrasi Manajemen Esports(Foto: Emmanuel via Unsplash/RRQ)

Membangun tim esports tanpa target dan tujuan seperti berjalan di padang pasir tanpa kompas Kalian tak akan ke mana-mana dan tak tahu juga apakah tim kalian sudah berkembang atau masih perlu peningkatan lagi. Ingat, esports itu ranah yang kompetitif. Berarti, seluruh tim harus punya target dan tujuan yang sama supaya bisa terus berkembang dan bersaing dengan tim lainnya.

Target ini bisa apa saja, misalnya mengikuti 10 turnamen dalam 1 tahun. Kalau tim esports awalnya berasal dari komunitas atau guild, kalian bisa menargetkan memenangkan turnamen dan uang turnamen itu nantinya bisa digunakan untuk membesarkan tim di awal-awal.

3. Manajemen yang rapi

Pemain sudah ada, tim sudah dibentuk, target dan visi juga sudah disamakan. Sekarang, tinggal menyusun manajemen agar tim kalian terarah dan setiap divisi bisa fokus dengan tugas masing-masing. Untuk tim kecil, mungkin awalnya manajemen ini hanya berisi 2-3 orang, yang termasuk di antaranya adalah seorang CEO atau owner, manajer tim, serta bagian keuangan yang akan mengurusi keluar masuk uang dengan ketat.

Bagaimana pun, sebuah tim esports profesional tetap harus menggaji pemainnya. Karena itu, hitung-hitungannya ini akan lebih mudah kalau manajemennya sudah rapi. Dengan manajemen yang rapi, nantinya akan mudah menentukan arah perkembangan dan perubahan yang dibutuhkan oleh tim dan kaca mata bisnis.

Halaman selanjutnya: Branding dan basecamp...



Simak Video "Belum Optimal, Bos RRQ Dorong Pemerintah Benahi Ekosistem eSports"
[Gambas:Video 20detik]