Aneka Sosok Penting di Balik Layar Esports

Aneka Sosok Penting di Balik Layar Esports

Irna Gayatri - Content Writer RRQ - detikInet
Minggu, 15 Nov 2020 21:30 WIB
Sosok di Balik Layar Esports
Para sosok di balik layar esports (Unsplash by Florian Olivo/RRQ)
Jakarta -

Esports saat ini menjadi industri yang cukup berkembang di tengah pandemi ketika industri-industri lain mulai kesulitan. Alasannya mudah, turnamen esports masih bisa secara online dan bahkan tetap bisa memikat jutaan penonton dalam waktu bersamaan.

Potensinya yang besar membuat esports kian dilirik, baik oleh para gamers yang ingin menjadi pro player maupun para sponsor. Namun, esports tak hanya diisi oleh pemain games dan pelatih saja. Ekosistem ini dibangun oleh orang-orang yang berperan di segala lini.

Siapa saja mereka? Ayo berkenalan dengan mereka:

1. Developer

Tentunya esports tak akan terbangun tanpa adanya campur tangan dari pihak developer game. Pengembangan game yang terus menerus dan semakin kompetitif membuat esports dapat menjadi cabang yang bisa dipertandingkan. Dalam hal Mobile Legends, misalnya, pihak developer, yaitu Moonton, bahkan mengajak para tim esports yang ingin terlibat untuk sama-sama berinvestasi dalam scene turnamen Mobile Legends Professional League Indonesia. Investasi sebesar Rp15 miliar ini dibayarkan sebagai 'tiket masuk' dan akan dikembalikan dalam jangka waktu yang sudah ditentukan.

Tak dapat dimungkiri, kemajuan esports di suatu negara juga bergantung kepada sejauh mana sang pengembang bersedia memajukannya juga. Banyak kasus game yang populer di esports dunia ternyata gagal menjaring penggemar di esports dalam negeri. Kalian pun tentu bakal terus memainkan sebuah game kalau game tersebut terus mendapat pembaruan dan perbaikan di segala sisi. Hal yang sama juga terjadi dalam esports. Pengembang game dan esports berjalan beriringan.

2. Production

Sosok di Balik Layar EsportsIlustrasi developer. Foto: (Unsplash by Alex Haney)

Esports juga identik dengan turnamen yang penyelenggaraannya tentu membutuhkan campur tangan orang-orang event. Menyiarkan turnamen secara online maupun menyelenggarakannya secara offline bukan pekerjaan kecil. Dibutuhkan sumber daya yang besar dan biaya yang tidak sedikit. Karena itu, penyelenggaraan turnamen esports akan melibatkan pihak agensi penyelenggara event ini.

Pihak production ini ditunjuk oleh pihak pengembang yang menjadi penyelenggara turnamen. Moonton, misalnya, memilih One Esports yang merupakan properti media olahraga global terbesar di Asia. Sementara itu, untuk game Valorant, Riot Games bekerja sama dengan ONE Up dalam penyelenggaraan Valorant First Strike, turnamen resmi Valorant pertama di Indonesia.

3. Observer

Highlight yang muncul di tengah pertandingan esports ketika ada momen penting bisa kalian lihat berkat orang ini. Dilansir dari British Esports Association, observer merupakan seseorang yang mengontrol pergerakan kamera dalam pertandingan yang disiarkan. Seorang observer juga harus bisa mengidentifikasi jalannya permainan dan memastikan kamera mengarah kepada momen-momen terbaik dan paling menarik. Nantinya, momen ini akan ditayangkan ulang dalam bentuk highlights.

Observer ini bekerja bareng sama tim produksi di balik layar. Kelihatannya pekerjaannya mudah, tapi mereka harus memahami keseluruhan permainan supaya bisa menangkap momen penting tadi. Belum lagi, observer juga harus paham teknologi yang tersedia dalam game dan menampilkan momen dengan cepat. Mereka juga harus memastikan kamera mengarah sesuai dengan omongan caster.

Halaman selanjutnya: caster dan analis...