Guna memberantas habis penggunaan narkoba di sekitar lingkungan liga, ESL pun bekerjasama dengan NADA (Nationale Anti Doping Agentur) yang berbasis di Bonn, Jerman. "Dalam rangka mempertahankan semangat fair play para peserta, ESL bekerjasama dengan NADA untuk melakukan penelitian dan membuat kebijakan anti narkoba dengan tidak mengurangi rasa hormat terhadap privasi dari peserta," tulis ESL dalam keterangannya.
Ya, belum lama ini Kory Friesen, seorang gamer profesional Counter-Strike: Go mengaku bahwa ia dan timnya telah menggunakan Aderral dalam bermain. Tak hanya itu, ia pun membeberkan fakta yang mencengangkan jika penggunaan Adderral telah menjadi hal yang lumrah di lingkungan e-Sport. "Kami semua menggunakan Adderall," ujar Friesen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai bentuk permulaan, ESL akan melakukan tes pada para peserta untuk mengetahui apakah mereka positif atau negatif menggunakan narkoba. Tes ini akan berlangsung pada turnamen ESL One Cologne di bulan Agustus 2015.
Nantinya, ESL dan NADA pun berharap jika tes tersebut bisa dilakukan di berbagai macam turnamen, semisal Intel Extreme Masters, ESL One, dan ESL ESEA Pro League series.
(yud/yud)