Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Tips Fotografi
Melihat Cahaya
Tips Fotografi

Melihat Cahaya


Penulis: Enche Tjin - detikInet

Ilustrasi (gettyimages)
Jakarta -

Saat hunting foto, apa yang paling dikhawatirkan oleh fotografer? Tidak lain tidak bukan adalah kualitas cahaya!

Dan kualitas cahaya yang menjadi favorit sebagian besar fotografer adalah cahaya di pagi dan sore hari. Saat itu, posisi matahari masih rendah dan kualitasnya lebih lembut dan kekuningan dibandingkan dengan cahaya di siang hari.

Cahaya di pagi hari atau sore hari menimbulkan bayangan yang panjang, menonjolkan bentuk subjek yang di foto dan mengesankan tiga dimensi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kalau bicara tentang fotografi, sebenarnya tidak ada perbedaan antara foto matahari terbit atau terbenam, tapi di daerah tertentu ada perbedaan yang cukup signifikan.

Misalnya di daerah pegunungan. Di pagi hari, kita dapat melihat banyak kabut tipis dan ray of light (sinar matahari yang membias ke kabut). Sedangkan saat sunset, biasanya kabut dan awan jauh lebih tebal.


[foto kabut pagi] Keterangan: ISO 100, f/8, 1/320 detik, lensa telefoto 135mm.

Di lapangan, yang penting menurut saya adalah melihat jatuhnya cahaya ke subjek foto. Seperti bunga-bunga liar ini disinari langsung oleh matahari, bagian-bagian di samping bunga tidak tersinari sehingga lebih gelap.

Kamera memiliki rentang dinamis yang terbatas, sehingga bagian yang gelap tersebut akan lebih gelap daripada yang dilihat oleh mata kepala kita sendiri.

Hal tersebut menjadi sebuah keuntungan sehingga membuat bunga yang diterangi menjadi lebih kontras dari yang sekitarnya. Kontras membuat mata orang yang melihat foto menjadi lebih terfokus ke bunga.


[Foto bunga] Keterangan: ISO 100, f/2.8, 1/1250, lensa telefoto 135mm.

Dengan pencahayaan yang tepat, foto apa saja bisa terkesan bagus. Maka itu para fotografer rela berlama-lama menunggu pencahayaan yang tepat dalam memotret.

Meskipun saya terkesan menekankan cahaya matahari directional/terarah, tapi sebenarnya tidak ada pencahayaan yang jelek.

Semuanya bagus, asal subjek dan suasana yang ingin disampaikan tepat. Meskipun saat matahari tertutup awan atau kabut, cahaya menjadi lembut, cocok untuk motret bunga dan aliran air, dan jika awannya banyak, kita dapat membuat foto langit yang dramatis.


[foto awan sore] Awan sore yang menggumpal bisa membuat foto jadi dramatis, jika dipotret dengan lensa lebar. ISO 100, f/7.1, 1/250 detik.

Dengan kata lain, kita dapat mengunakan berbagai kondisi cahaya untuk membuat foto yang menarik meskipun objek yang kita foto merupakan objek foto yang biasa-biasa saja.

Semuanya bisa bagus jika kita memperhatikan pencahayaan dengan seksama sebelum menekan tombol shutter.

Mau konsultasi berbagai hal seputar fotografi? Kirim saja pertanyaan ke Klinik IT detikINET di link berikut.

Yuk, belajar fotografi, editing dan ikut tur fotografi dengan infofotografi.com

(ash/ash)







Hide Ads