Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Apple Kini Produksi 25% iPhone di India, China Makin Ditinggalkan

Apple Kini Produksi 25% iPhone di India, China Makin Ditinggalkan


Anggoro Suryo - detikInet

Suasana meriah tampak di Apple Store pertama yang resmi dibuka di Bengaluru, India, pada Selasa (2/9/2025). Sejak pintu toko dibuka, ratusan warga terlihat antusias mencoba berbagai produk terbaru Apple, mulai dari iPhone, Apple Watch, hingga perangkat canggih Vision Pro. REUTERS/Priyanshu Singh
Foto: REUTERS/Priyanshu Singh
Jakarta -

Apple semakin serius memindahkan sebagian produksi iPhone ke India. Pada 2025, Apple dilaporkan merakit sekitar 55 juta unit iPhone di negara itu, setara dengan sekitar 25% dari total produksi global.

Angka tersebut meningkat sekitar 53% dibandingkan tahun sebelumnya, menandai percepatan strategi Apple dalam mendiversifikasi rantai pasokan yang sebelumnya sangat bergantung pada China.

Perubahan ini tidak lepas dari faktor geopolitik. Tarif impor Amerika Serikat terhadap produk elektronik dari China kembali diberlakukan di tengah ketegangan perdagangan, mendorong Apple dan para pemasoknya menyesuaikan strategi produksi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

India kemudian muncul sebagai alternatif yang dianggap paling realistis berkat jumlah tenaga kerja besar serta insentif industri dari pemerintah, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Rabu (11/3/2026).

Produksi iPhone di India kini ditangani oleh sejumlah mitra manufaktur Apple, termasuk Foxconn, Tata Electronics, dan Pegatron. Pabrik-pabrik tersebut bahkan sudah merakit model terbaru seperti iPhone 17, termasuk varian Pro dan Pro Max, selain model generasi sebelumnya.

Meski produksinya meningkat pesat, manufaktur elektronik di India masih menghadapi beberapa tantangan. Infrastruktur logistik dinilai belum sekuat China, biaya komponen relatif lebih tinggi, serta ekosistem pemasok komponen lokal masih berkembang.

Akibatnya, banyak komponen bernilai tinggi yang masih harus diimpor dari luar negeri.

Namun lonjakan produksi ini tetap menjadi pencapaian penting bagi industri elektronik India yang sebelumnya hanya berperan kecil dalam rantai pasokan teknologi global.

Perubahan tersebut juga didorong oleh kebijakan pemerintah India melalui program production-linked incentive (PLI) yang memberi insentif kepada perusahaan untuk meningkatkan produksi lokal dan ekspor. Program ini berperan membantu menutup selisih biaya produksi dibandingkan China.

Namun insentif tersebut dijadwalkan berakhir pada 31 Maret, sehingga Apple dan sejumlah produsen lain seperti Samsung Electronics mulai berdiskusi dengan pemerintah India mengenai skema baru untuk mempertahankan momentum pertumbuhan manufaktur.

Di sisi lain, Apple juga mulai memperluas ekosistem pemasok lokal di India, termasuk untuk komponen seperti baterai lithium-ion dan casing logam yang digunakan pada iPhone serta Apple Watch. Pemasok juga bersiap meningkatkan produksi aksesori seperti AirPods.

Selain sebagai basis produksi, India juga menjadi pasar penting bagi Apple. Penjualan tahunan perusahaan di negara tersebut telah melampaui USD 9 miliar (sekitar Rp144 triliun) tahun lalu, seiring ekspansi ritel yang kini mencakup enam toko flagship.




(asj/asj)






Hide Ads