Review awal MacBook Neo mulai bermunculan menjelang peluncuran resminya pada Rabu, 11 Maret 2026. Sejumlah jurnalis teknologi dan kreator konten yang mendapat akses awal telah membagikan pengalaman pertama mereka menggunakan laptop terbaru Apple ini.
Dari berbagai ulasan tersebut, muncul kesimpulan yang cukup seragam: MacBook Neo menawarkan nilai yang sangat menarik untuk kelas harga yang ditargetkan Apple. Banyak reviewer menyebut laptop ini sebagai "steal" atau tawaran yang sangat menguntungkan jika melihat performa dan kemampuan yang diberikan.
MacBook Neo menjadi langkah baru Apple untuk menghadirkan laptop Mac dengan harga paling terjangkau. Dengan banderol mulai dari sekitar USD 599, perangkat ini ditujukan untuk pelajar, pengguna kasual, hingga konsumen yang sebelumnya menggunakan Chromebook atau laptop Windows murah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Performa Kencang untuk Kelasnya
Apple mengirimkan banyak unit review dengan penyimpanan 512 GB. Seperti diketahui, konfigurasi MacBook Neo terdiri dari dua varian utama yaitu 256 GB dan 512 GB.
Perbedaan utama antara keduanya terbilang minim. Kedua model sama-sama menggunakan chip A18 Pro dan RAM 8 GB. Salah satu pembeda yang disebut dalam sejumlah review adalah kehadiran Touch ID pada Magic Keyboard di varian 512 GB.
Artinya, baik pengguna memilih model entry-level maupun menambah biaya untuk kapasitas penyimpanan lebih besar, performa yang didapatkan pada dasarnya tetap sama.
Macbook Neo Foto: Apple |
Dilansir dari laman BGR, beberapa reviewer teknologi seperti iJustine dan Tyler Stallman menunjukkan kemampuan MacBook Neo dalam menjalankan berbagai tugas sehari-hari dengan lancar. Dalam demo yang mereka bagikan, laptop ini mampu mengedit foto dan video ringan sambil menjalankan beberapa aplikasi di latar belakang.
Kinerja tersebut didukung oleh chip A18 Pro yang juga digunakan pada seri iPhone 16 Pro series. Meski berasal dari lini prosesor mobile, performanya disebut sangat kuat untuk laptop kelas entry-level.
Beberapa pengujian awal bahkan menunjukkan bahwa performa A18 Pro mampu melampaui chip Apple M1 dalam sejumlah tugas tertentu, dan mendekati performa M2 hingga M3 dalam skenario ringan. Hal ini membuat MacBook Neo terasa cukup responsif untuk berbagai kebutuhan komputasi sehari-hari.
Ada Beberapa Kekurangan
Meski mendapat banyak pujian, MacBook Neo juga memiliki sejumlah kompromi yang cukup jelas. Beberapa media teknologi seperti The Verge menyoroti RAM 8 GB yang dianggap terbatas untuk penggunaan jangka panjang.
Selain itu, laptop ini juga tidak dilengkapi lampu latar keyboard (backlit keyboard), serta hanya dibekali charger 20 W yang relatif lambat dibandingkan laptop lain di kelasnya.
Macbook Neo Foto: Apple |
Beberapa fitur lain yang juga tidak tersedia antara lain kamera 1080p tanpa dukungan Center Stage, konektivitas Wi-Fi 6E (bukan Wi-Fi 7), serta jumlah mikrofon yang lebih sedikit dibandingkan MacBook kelas atas. Dukungan Spatial Audio dengan dynamic head tracking juga tidak disertakan.
Meski begitu, banyak reviewer menilai pengurangan fitur tersebut masih dapat dimaklumi mengingat posisi MacBook Neo sebagai laptop Mac paling terjangkau.
Ditujukan untuk Pengguna Baru
Penting untuk dipahami bahwa MacBook Neo tidak dirancang untuk pengguna Mac lama yang ingin melakukan upgrade dari MacBook Air atau MacBook Pro.
Sebaliknya, Apple menargetkan pengguna baru yang selama ini menggunakan Chromebook atau laptop Windows murah. Dengan harga yang lebih rendah, Apple berupaya membuka segmen pasar baru untuk ekosistem Mac.
Laptop ini cocok untuk berbagai aktivitas ringan seperti mengerjakan dokumen, membuka banyak tab browser, mengelola email, menikmati layanan streaming musik, hingga melakukan editing foto atau video ringan.
MacBook Neo Foto: Apple |
Berdasarkan review awal yang beredar, MacBook Neo tampaknya menjadi pilihan menarik bagi pelajar atau pengguna yang membutuhkan laptop sederhana namun tetap kencang.
Meski RAM 8 GB bisa menjadi keterbatasan untuk penggunaan jangka panjang, performa chip A18 Pro dinilai cukup kuat untuk sebagian besar tugas sehari-hari.
Bagi pengguna yang membutuhkan daya komputasi lebih besar, MacBook Air generasi terbaru masih menjadi pilihan yang lebih ideal. Namun untuk pengguna dengan budget terbatas yang ingin masuk ke ekosistem Apple, MacBook Neo bisa menjadi pintu masuk yang menarik.
Kini, perhatian selanjutnya tertuju pada bagaimana performa MacBook Neo setelah digunakan dalam jangka waktu lebih lama, termasuk dampak pembaruan software.
Saksikan Live DetikPagi:
(afr/afr)




