Kamis, 03 Mar 2016 10:05 WIB

Review Produk

Olympus PEN F: Tampang Retro, Fitur Kekinian

Penulis: Enche Tjin - detikInet
Foto: Enche Tjin/Info Fotografi Foto: Enche Tjin/Info Fotografi
Jakarta - Beberapa tahun terakhir, Olympus fokus ke pengembangan seri kamera OMD. Tapi di tahun ini, Olympus kembali menaruh perhatian untuk pengembangan seri PEN.

Seri PEN adalah kamera yang dirancang dengan desain yang ringkas untuk digunakan sehari-hari atau jalan-jalan. Di awal tahun 2016 ini, Olympus merilis PEN F. Nama kamera digital ini sama dengan PEN F keluaran tahun 1963. Desain dan konsep PEN F di era film dan digital cukup mirip yaitu memiliki jendela bidik dan dua pilihan warna, silver dan black.

Desain kamera PEN F ini menyerupai desain Olympus PEN lainnya yaitu bergaya rangefinder yang berbentuk persegi panjang tanpa punuk di bagian atas kamera seperti kamera DSLR atau seri Olympus OMD.

Berbeda dengan seri PEN lainnya, PEN F memiliki jendela bidik elektronik yang ditempatkan di sebelah kiri atas kamera. Bahan kamera ini dari logam yang terasa padat, tapi tidak berat. Menurut saya, berat kameranya pas untuk mengimbangi lensa-lensa yang akan dipasang di depannya.

Yang unik di Olympus PEN F ini adalah adanya roda di bagian depan yang dapat digunakan untuk mengubah efek proses foto seperti Art Filter, Monochrome, color, CRT. Beberapa fungsi seperti Color dan Mono bisa dikustomisasi lebih lanjut di dalam menu. Jika menginginkan file RAW-nya, kita bisa memilih merekam dalam format RAW+JPG.

Kualitas gambar Olympus PEN F tergantung dari sensor kamera dan lensanya. PEN F yang memiliki ukuran sensor four thirds dan 20 MP saat saya uji dengan lensa Olympus 17mm f/1.8 (ekuivalen 35mm di format 135) cukup detail.

PEN F adalah kamera Olympus micro four thirds pertama yang mengunakan sensor 20 MP ini. Rentang ISO-nya cukup luas yaitu dari 80 ke 25.600. Saat diuji, kualitas gambar masih cukup baik sampai ISO 3.200.

Saat memotret subjek yang tidak bergerak, ada fitur unik yang pertama kali dikenalkan di OMD EM5 II, yaitu memanfaatkan 5 axis stabilization untuk membuat foto dengan resolusi 50 MP sehingga fotografer still life/produk bisa mendapatkan foto dengan detail yang lebih banyak untuk cetak foto berukuran besar.

Pengalaman menggunakan Olympus PEN F ini cukup menyenangkan dan relatif mudah, karena layarnya sudah touchscreen sehingga dapat menentukan area fokus dan juga bisa mengaktifkan touch shutter sehingga kamera otomatis bisa memotret saat layar disentuh.

Saat memotret di kondisi gelap juga tidak ada masalah yang berarti karena ada 5 axis stabilization yang memungkinkan saya memotret dengan shutter speed yang cukup lambat. Dengan lensa 17mm f/1.8, saya dapat memotret dengan shutter speed 1/2-1 detik tapi foto tetap tajam asalkan subjek tidak bergerak.

Selain itu, terbantu juga dengan bukaan lensa yang besar. Meski dengan bukaan yang lebar, tapi karena sifat sensor four thirds, ruang tajam (depth of field) masih luas. Alhasil, saya jarang harus mengunakan ISO yang terlampau tinggi.

Kecepatan buka tutup kamera juga terasa cukup cepat, dan operasi secara umum. Hanya saat memotret dengan format RAW + JPG atau foto berturut-turut, harus menunggu sekitar 1-2 detik baru bisa meninjau foto yang baru diambil.

Kinerja autofokus juga sangat cepat untuk subjek tidak bergerak di mode AF-S. Tapi saat menggunakan AF-C (Continuous) untuk mengikuti subjek bergerak, sistem AF nya agak lambat dan akan ada momen-momen dimana kamera kehilangan jejak subjek.

PEN F ini juga bisa diajak ngebut, shutter mekaniknya dapat mencapai 1/8.000 detik, dan jika memilih mode silent (senyap) dengan shutter elektronik, kecepatan shutter maksimum dapat mencapai 1/16.000 detik.

Saat memotret berturut-turut dan menggunakan shutter mekanik, kecepatan maksimumnya adalah 10 foto per detik, saat mengunakan mode C-AF untuk mengikuti subjek bergerak, kecepatannya berkurang menjadi lima foto per detik, termasuk saat mengaktifkan Anti Shock mode.

Jika Anda menggunakan shutter elektronik, ada mode H+ yang memungkinkan maksimum foto berturut-turut menjadi 20 foto per detik. Untuk mendukung kecepatan foto berturut-turut yang cepat, buffer untuk menampung file saat foto berturut-turut juga lapang, Untuk foto RAW, kapasitas buffer 250 foto.
Kesimpulan

Olympus PEN F adalah kamera yang ringkas dan cocok untuk fotografer travel dan street photography. Ukurannya kamera yang ringkas didukung oleh pilihan lensa-lensa yang relatif mungil, menjadikannya salah satu sistem yang fleksibel dan berkualitas.

Teknologi yang terdapat PEN F cukup canggih dan terbukti efektif di lapangan seperti 5 axis stabilization. Selain kompeten, PEN F juga menyenangkan untuk digunakan generasi sekarang yang menyukai hasil foto instan dengan editing/proses/efek di dalam kamera.

Pilihan-pilihan kustomisasi efek yang cukup banyak merangsang kreativitas dan mengurangi kebutuhan untuk mengedit foto di komputer.

Kelebihan Olympus PEN F:
  • Penampilan yang menarik, desain retro
  • Banyak pilihan kustomisasi/filter/efek
  • Kualitas fisik bagus, terasa produk yang premium/mewah
  • 5 Axis stabilization cukup efektif saat diuji dengan lensa 17mm f/1.8
  • Ada mode High res 50 MP
  • Ukuran dan berat seimbang, tidak terlalu ringan dan tidak terlalu berat
  • Layar touchscreen untuk memilih area focus
  • Saat mengunakan jendela bidik, area fokus bisa diubah-ubah dengan mengusap layar LCD kamera
  • Kecepatan autofokus cepat di mode AF-S
  • Ada pengunci di mode dial dan ada roda kompensasi eksposur
  • Posisi jendela bidik di sebelah kiri membuat hidung tidak menempel ke LCD kamera jika mata kanan lebih dominan.
  • Buffer penyimpanan relatif besar

Kelemahan:
  • Tidak ada headphone jack untuk video
  • Tidak tahan cipratan air atau badai
  • Mode C-AF untuk melacak subjek bergerak agak lambat
  • Touchscreen hanya untuk mengubah area fokus atau touch shutter, tidak bisa untuk mengubah setting atau menu.
  • Fungsi Auto ISO tidak terdapat pilihan minimum shutter.
Spesifikasi utama:
  • 20 MP Live Mos four thirds sensor
  • TruePic VII Image Processor
  • 5 Axis stabilization
  • OLED Viewfinder
  • 50MP Hi-res shot mode
  • Foto berturut-turut 10 foto perdetik
  • Mechanical shutter maksimum 1/8000 detik
  • Video FullHD 1080p
  • Built-in Wifi
  • Profil Monokrom dan warna
Berikut hasil jepretan Olympus PEN F:

Monochrome high grain effect: ISO 200, f/2.5, 1/125 detik
Pop art boats: ISO 200, f/4.5, 1/320 detik

Anak portrait: ISO 320, f/1.8, 1/60 detik

Cap Go Meh: ISO 640, f/2,1/200 detik

Bike Sunda Kelapa: ISO 1000, f/3.2, 1/80 detik



Mau konsultasi berbagai hal seputar fotografi? Kirim saja pertanyaan ke Klinik IT detikINET di link berikut. 

Yuk, belajar fotografi, editing dan ikut tur fotografi dengan infofotografi.com
.
(ash/ash)