Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Facebook Jajal Tampilan Baru, Makin Mirip TikTok

Facebook Jajal Tampilan Baru, Makin Mirip TikTok


Anggoro Suryo - detikInet

Ilustrasi Facebook
Foto: Getty Images/iStockphoto/Pornpak Khunatorn
Jakarta -

Facebook berencana melakukan perubahan besar untuk mencegah penggunanya beralih ke platform media sosial pesaing seperti TikTok. Dalam pembaruannya, Facebook menjadi makin mirip dengan platform besutan Bytedance tersebut.

Bos Facebook, Tom Alison, baru-baru ini mengumumkan bahwa platformnya akan mulai menguji coba pengalaman antarmuka baru pada akhir tahun ini. Pembaruan tersebut akan langsung menyajikan video layar penuh pada saat sebagian pengguna membuka aplikasi.

Meta belum membagikan contoh visual terkait tampilan antarmuka eksperimental barunya ini. Mereka hanya menyebutkan bahwa fitur tersebut awalnya akan digulirkan di negara-negara dengan preferensi konten video yang tinggi, dengan rencana perluasan potensial ke pasar Amerika Serikat pada tahun depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Uji coba ini didorong oleh pengamatan internal Facebook yang menunjukkan bahwa video kini menjadi wadah utama terjadinya percakapan, pembentukan komunitas, hingga dimulainya aktivitas perdagangan.

Jika tidak beradaptasi, platform media sosial orisinal Meta ini berisiko tertinggal. Terlebih lagi, data internal perusahaan menunjukkan bahwa Meta secara keseluruhan telah kehilangan 20 juta pengguna pada kuartal pertama tahun 2026.

Meski Facebook saat ini dilaporkan masih menjadi platform media sosial paling populer secara global, posisinya makin terancam. YouTube menguntit ketat di posisi kedua, disusul oleh TikTok yang berada tidak jauh di belakangnya.

Sebagai gambaran, TikTok berhasil melampaui tonggak 1 miliar pengguna bulanan hanya dalam waktu tiga tahun setelah diluncurkan, jauh lebih cepat dibandingkan capaian Facebook di masa lalu.

Meta sebelumnya telah meluncurkan Reels untuk Instagram pada tahun 2020 demi bersaing dengan TikTok, dan kini mereka mencoba menerapkan strategi serupa pada Facebook. Langkah ini terbilang ironis, mengingat Alison pada tahun 2022 lalu sempat menyatakan pandangannya bahwa "TikTok sedang mengejar Facebook", bukan sebaliknya.

Ekspansi layanan dan verifikasi gratis

Seiring berjalannya waktu, Facebook telah berkembang menjadi wadah percampuran antara layanan sosial dan perdagangan. Kini, mereka semakin aktif meniru platform pesaing untuk meningkatkan pengalaman penggunanya. Beberapa langkah peluncuran terbaru yang dilakukan meliputi:

  • Aplikasi Seller: Sebuah aplikasi khusus bagi penjual di Marketplace untuk melacak performa, mengelola daftar barang, dan bertukar pesan dengan pembeli.
  • Aplikasi Forum: Diluncurkan awal tahun ini untuk menyediakan ruang khusus bagi orang-orang berinteraksi dengan Grup Facebook, menawarkan pengalaman yang mirip dengan komunitas subreddit di platform Reddit.

Selain ekspansi aplikasi, perubahan signifikan juga dilakukan pada sistem lencana verifikasi pengguna. Sebelumnya, verifikasi ini mengharuskan pengguna membayar biaya langganan Meta Verified mulai dari 11,99 dolar AS per bulan.

Kini, Facebook menyatakan akan menawarkan lencana verifikasi gratis yang bisa didapatkan cukup dengan menyelesaikan proses verifikasi swafoto sederhana. Langkah ini bertujuan untuk membantu pengguna memastikan bahwa sebuah profil benar-benar terhubung dengan orang asli, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Sabtu (25/7/2026).



(asj/asj)




Hide Ads