Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
BRIN Bikin Kapal Multifungsi Pembongkaran Lepas Pantai, Pertama di Dunia

BRIN Bikin Kapal Multifungsi Pembongkaran Lepas Pantai, Pertama di Dunia


Aisyah Kamaliah - detikInet

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) perkenalkan kapal dengan multifungsi yang desainnya diklaim pertama di dunia. Kapal ini menggabungkan tiga fungsi yang dapat menggantikan peranan tugboat, barge, dan crane.
Daud Sianturi (kiri) dan Yudiawan Fajar Kusuma (kanan) sebagai Periset di Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika BRIN. Foto: Aisyah Kamaliah/detikINET
Jakarta -

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) perkenalkan kapal dengan multifungsi yang desainnya diklaim pertama di dunia. Kapal ini menggabungkan tiga fungsi yang dapat menggantikan peranan tugboat, barge, dan crane.

Multi-Purpose Decommissioning and Salvage Vessel (MDSV), namanya, dijabarkan memiliki kemampuan itu dynamic position. Kapal ini dijadwalkan bakal unjuk gigi di Indonesia Innovation Summit & Expo (IISE) 2026.

"Pada kondisi lingkungan tertentu dia masih tetap tenang, tidak pengaruh terhadap ketika melakukan pengambilan offshore, misalnya," jelas Daud Sianturi Periset di Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika kepada detikINET, Selasa (8/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Kemudian, MDSV mempunyai kapasitas untuk melakukan balas otomatis. Ketika kapal miring, secara otomatis balasan terjadi untuk mempertahankan posisi.

Yudiawan Fajar Kusuma Periset di Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika turut hadir dan menjelaskan bahwa MDSV dilengkapi Remotely Operated Vehicle (ROV) yang membuatnya seperti kendaraan bawah laut yang dioperasikan di atas darat.

"Sebelum dia melakukan tugasnya, ketika sudah melihat ada bekas kilang minyak yang ada di tengah laut, itu akan diturunkan ROV dulu. Tujuannya untuk melihat struktur di bawah lautnya seperti apa, apakah bisa langsung dikerjakan untuk decommissioning atau dipotong atau perlu perlakuan yang lain. Jadi tidak perlu lagi operator yang menyelam, " terang Yudi.

Yudi kemudian menambahkan bahwa ide kapal seperti MDSV bisa dibilang yang pertama di dunia.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) perkenalkan kapal dengan multifungsi yang desainnya diklaim pertama di dunia. Kapal ini menggabungkan tiga fungsi yang dapat menggantikan peranan tugboat, barge, dan crane.Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) perkenalkan kapal dengan multifungsi yang desainnya diklaim pertama di dunia. Kapal ini menggabungkan tiga fungsi yang dapat menggantikan peranan tugboat, barge, dan crane. Foto: Aisyah Kamaliah/detikINET

"Kalau yang kerjanya seperti ini belum ada," ujarnya.

Biasanya, kapal untuk decommissioning kilang minyak itu butuh beberapa kapal, detikers. Di antaranya yang paling umum ialah tugboat, barge, dan kapal crane dengan masing-masing fungsi. Nah, dengan MDSV ini akan menghemat waktu dan juga biaya. Sebab, fungsi dari tiga kapal sebelumnya dapat dijalankan oleh satu kapal saja, MDSV.

Memang, Daud menuturkan secara ekonomi Capex (Capital Expenditure) biaya pembuatannya cukup besar, yakni sekitar USD 121 juta. Namun, perhitungan break-even point atau balik modalnya terbilang pesat pula.

"Secara perhitungan untuk BEP-nya itu sekitar 6,2 tahun. Lumayan (cepat -- red). Biasanya kalau di Indonesia itu kita nyewa dulu dari Singapura atau dari negara tetangga karena kita masih belum punya kapal atau teknologi Yang bisa decommissioning untuk kilang minyak yang di tengah laut," kata Daud.

"Makanya dari BRIN mencoba mengembangkan dan menyatukan beberapa kapal yang biasanya disewa oleh kilang minyak-kilang minyak di Indonesia, kita jadikan satu biar mempermudah, menekan biaya dan mempermudah untuk operasionalnya," imbuhnya.

Saat ini, MDSV sudah diuji coba di towing tank yang ada di Surabaya. Prototipenya sudah ada, meski masih dalam skala kecil, belum 1:1.

"Kita galangannya masih bekerja sama. Jadi kita masih mencari siapa galangan yang bisa mampu untuk memproduksi ini karena kan BRIN tidak sampai memproduksi kapalnya," tutup Daud.



(ask/fay)




Hide Ads