Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Talenta Digital ASEAN Bersaing Sengit di 10th Huawei ICT Competition

Talenta Digital ASEAN Bersaing Sengit di 10th Huawei ICT Competition


Adi Fida Rahman - detikInet

10th Huawei ICT Competition Asia Pacific
Talenta Digital ASEAN Tunjukkan Inovasi di 10th Huawei ICT Competition Foto: detikINET
Jakarta -

Hajatan Huawei ICT Competition Asia Pacific kembali digelar sebagai ajang bergengsi bagi talenta digital muda di kawasan Asia-Pasifik. Kompetisi ini diselenggarakan Huawei bekerja sama dengan ASEAN Foundation, bertujuan menguji dan meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang TIK, khususnya teknologi Cloud dan Network, sekaligus menjadi wadah pertukaran ilmu dan inovasi regional.

Pada 10th Huawei ICT Competition Asia Pacific, lebih dari 160 finalis dari berbagai negara Asia-Pasifik bersaing, dengan jumlah peserta awal mencapai lebih dari 8.000 mahasiswa.

Kompetisi mencakup berbagai jalur teknologi, termasuk Network dan Cloud, dan menjadi platform penting untuk membangun ekosistem sumber daya manusia digital berkualitas tinggi yang siap bersaing secara global.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Dalam sambutannya, Dr. Kao Kim Hourn, Secretary-General ASEAN, menekankan pentingnya peran generasi muda dalam transformasi digital kawasan.

"Masa depan ASEAN tidak hanya akan dibentuk oleh teknologi itu sendiri, tetapi juga oleh orang-orang di baliknya: para inovator muda, programmer, insinyur, pengembang, dan pemimpin digital seperti sebagian dari Anda yang hadir di sini hari ini. Talenta TIK bukan lagi pilihan, tetapi fondasi daya saing, inovasi, dan pertumbuhan inklusif ASEAN," ujarnya di acara The 10th Huawei ICT Competition Asia Pacific Finals and Awards Ceremony di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Ia turut menyoroti pemberdayaan talenta muda, mobilitas dan pengembangan keterampilan melalui ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA), serta penguatan ekosistem startup melalui ASEAN Scale Hub dan portal Startup ASEAN, yang menghubungkan lebih dari 10.000 startup dengan ekosistem senilai lebih dari USD130 miliar.

10th Huawei ICT Competition Asia Pacific10th Huawei ICT Competition Asia Pacific Foto: detikINET

Sementara itu Peter Pan Junfeng, Vice President Huawei Asia Pacific, menegaskan mahasiswa yang berpartisipasi bukan sekadar peserta kompetisi. Menurutnya mereka adalah inovator, pemecah masalah, dan calon pemimpin masa depan dunia digital.

"Tantangan yang Anda hadapi di sini mencerminkan persoalan nyata di dunia, dan kreativitas serta tekad Anda akan membantu membentuk solusi yang dapat membangun masyarakat yang lebih baik," ujarnya.

Junfeng menekankan bahwa edisi ke-10 ini menandai satu dekade inovasi dan kolaborasi di bidang TIK. Sejak 2015, kompetisi menjadi jembatan antara dunia akademik dan industri, serta menciptakan peluang bagi mahasiswa dari universitas terkemuka di Asia-Pasifik, termasuk Indonesia, untuk menampilkan keahlian teknologi mereka secara global.

Lebih lanjut dikatakan 10th Huawei ICT Competition Asia Pacific membuktikan bahwa pengembangan talenta digital ASEAN adalah fondasi bagi pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif, berkelanjutan, dan kompetitif. Melalui kolaborasi kuat antara pemerintah, industri, dan pendidikan, generasi muda ASEAN siap menghadapi tantangan dan peluang era digital global.

"Dalam penyelenggaraan edisi ke-10 ini, kami menantikan dampak yang lebih besar lagi dengan terus menginspirasi inovasi, mendorong kolaborasi, dan mendukung generasi talenta digital berikutnya di kawasan kita," tandasnya.




(afr/afr)




Hide Ads