Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Gundam Tak Lagi Fiksi, China Buat Robot Raksasa yang Bisa Dinaiki

Gundam Tak Lagi Fiksi, China Buat Robot Raksasa yang Bisa Dinaiki


Fino Yurio Kristo - detikInet

Robot raksasa Unitree
Foto: Unitree
Jakarta -

Kisah manusia mengemudikan robot yang menjulang tinggi sebelumnya hanyalah khayalan film-film fiksi ilmiah seperti Pacific Rim atau di berbagai cerita manga asal Jepang. Namun sekarang, robot besar yang bisa dikendarai manusia itu menjadi kenyataan oleh Unitree Robotics, perusahaan robot asal China.

Dalam demo, CEO Unitree Robotics Wang Xingxing masuk ke GD01, mesin setinggi sekitar 2,7 meter yang diklaim mecha (robot atau mesin raksasa yang dikendalikan pilot manusia) berawak siap produksi pertama dunia. Wang menggerakkannya dan mengerahkan lengan mekanisnya untuk menghancurkan dinding. Selain berjalan dua kaki, ia juga bisa rebah dan berjalan dengan empat kaki.

Harganya mulai dari 3,9 juta yuan atau kisaran Rp 10 miliar. Debutnya pun viral di media sosial China maupun luar negeri. Sebagian netizen memuji terobosan tersebut sebagai momen fiksi ilmiah menjadi kenyataan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rasanya seperti menonton Transformers di kehidupan nyata," tulis seorang pengguna Weibo, sementara yang lain berkomentar, "Wow! Kita akhirnya memiliki Gundam sungguhan sekarang!"

"Di sinilah saya, menyaksikan kedatangan era mecha," tulis seorang netizen di YouTube. "Baju zirah seperti di film Avatar kini menjadi nyata," sebut yang lain. "China benar-benar surga bagi para insinyur," demikian bunyi sebuah komentar.

ADVERTISEMENT

Lukas Ziegler, evangelist robotika terkemuka di Eropa dengan 54.000 pengikut di X, membagikan video demo yang memperlihatkan pengoperasian mecha GD01.

"Perusahaan China menyumbang hampir 90% penjualan robot humanoid global di 2025. Unitree sendiri mengirim lebih dari 5.500 robot humanoid tahun lalu. Negara Barat memang tengah membangun robot humanoid luar biasa. Namun China membangunnya lebih cepat, lebih murah, dan pada skala yang tak bisa ditandingi siapa pun," tulisnya.

Menurut Unitree, GD01 dapat bertransformasi dan beroperasi sebagai kendaraan sipil. Bobotnya sekitar 500 kg dengan seseorang di dalamnya. Namun harganya memang sangat tinggi. Huang Jiawei, staf pemasaran di Unitree Robotics, mengatakan angka tersebut hanyalah harga patokan awal.

"Versi produksi akhir mungkin masih akan disesuaikan bergantung pada optimalisasi kinerja," kata Huang. Walau perusahaan memiliki kemampuan untuk produksi skala besar, optimalisasi fungsional lebih lanjut dan pengurangan biaya masih akan memakan waktu.

"Skenario penerapan produk-produk Unitree pada dasarnya ditujukan untuk mengubah cara kita bekerja. Sebagai contoh, robot-robot kami dapat digunakan di lingkungan yang berisiko tinggi dan ekstrem," kata Huang kepada Global Times yang dikutip detikINET.

"Produk ini masih dalam generasi pertamanya pada tahap ini, dan memang masih ada banyak ruang untuk berimajinasi," tambah Huang.

Chen Jing, Wakil Presiden Technology and Strategy Research Institute, mengatakan GD01 menunjukkan China melewati ambang batas dalam kecerdasan buatan berwujud fisik. "Ini bukan lagi sekadar mesin proof-of-concept yang terbatas di laboratorium, melainkan produk dengan label harga dan peta jalan komersialisasi jelas," katanya.

"Namun kelemahannya terutama berkaitan kegunaan di dunia nyata, termasuk kesulitan untuk masuk dan keluar dari mesin, masalah daya tahan baterai, kenyamanan terbatas, ketidakpastian regulasi, dan kompleksitas perawatan," tambah Chen.

Meskipun masih jauh dari adopsi massal, mesin-mesin ini pada akhirnya dapat mengambil peran di berbagai bidang termasuk penggunaan di taman hiburan, hiburan imersif, pembuatan film, upaya penyelamatan, dan operasi di lingkungan yang menantang.




(fyk/fay)




Hide Ads
LIVE