Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Shahed-136, Drone Murah Iran yang Teror Sekutu AS

Shahed-136, Drone Murah Iran yang Teror Sekutu AS


Fino Yurio Kristo - detikInet

A Russian drone is seen during a Russian drone strike, which local authorities consider to be Iranian made unmanned aerial vehicles (UAVs) Shahed-136, amid Russias attack on Ukraine, in Kyiv, Ukraine October 17, 2022. REUTERS/Roman Petushkov/File Photo Acquire Licensing Rights
Drone Iran Shahed-126 yang sebar teror. Foto: REUTERS/Roman Petushkov/File Photo Acquire Licensing Rights
Jakarta -

Drone Shahed-136 milik Iran seharga sekitar USD 50.000, sudah lama jadi pemandangan seram di langit Ukraina. Kini 48 jam terakhir, ratusan senjata tersebut menghantam Bahrain, Kuwait, UEA, dan wilayah Teluk lainnya seiring upaya Teheran mengintimidasi sekutu-sekutu regional Amerika Serikat.

Sebagai contoh, video dari Bahrain memperlihatkan drone bersayap delta terbang menuju gedung menara pada malam hari. Suara mesinnya yang menderu terdengar jelas sebelum drone tersebut menghantam gedung, menyisakan puing-puing berapi.

Lebih dari 1.000 drone, mayoritas diyakini Shahed-136, menargetkan tetangga-tetangga Iran sejak AS dan Israel menyerang Teheran Sabtu pagi waktu setempat. Senin sore, UEA menyatakan diserang 689 drone dan berhasil menjatuhkan 645 di antaranya. Artinya 44 drone atau sekitar 6%, berhasil lolos.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Shahed-136 panjangnya 3,5 meter dengan rentang sayap 2,5 meter. Biaya produksi relatif murah dan kemudahan manufakturnya, terutama dibanding rudal balistik yang hanya bisa diproduksi Iran beberapa lusin per tahun, membuat drone ini kemungkinan besar akan terus diandalkan dalam konflik ini.

Sebagian besar Shahed-136 relatif lambat, meski varian bermesin jet yang lebih cepat terlihat di Ukraina. Drone ini hanya mampu membawa hulu ledak sekitar 50 kg yang cukup untuk merusak gedung pencakar langit, namun tak cukup untuk meruntuhkannya. Meski begitu, kebisingannya, ukurannya yang besar, dan gerak menukik tajam di akhir penerbangannya memicu teror.

ADVERTISEMENT

Video kedua, juga dari Bahrain, dengan jelas menunjukkan satu drone bersayap delta terbang di atas jantung pangkalan angkatan laut tempat Armada Kelima AS bermarkas, sebelum menukik turun dan berhasil menghantam serta menghancurkan sebuah kubah radar.

Dikutip detikINET dari Guardian, serangan Shahed juga dilaporkan terjadi di Kuwait dan UEA, serta kemungkinan di pangkalan RAF (Angkatan Udara Inggris) di Akrotiri, Siprus. Jangkauannya mencapai 2.000 km dan biasanya diprogram sebelumnya dengan jalur penerbangan kompleks, terbang rendah di atas permukaan tanah untuk mencoba menghindari deteksi radar.

Namun, terdapat bukti di Ukraina bahwa drone ini dapat dikendalikan dari jarak jauh oleh operator, sehingga memungkinkan mereka mengubah arah di menit-menit terakhir. Shahed-136 dirancang menjelang akhir dekade lalu di Iran dan pertama kali terlihat Juli 2021 dalam serangan terhadap kapal tanker minyak milik Israel, Mercer Street. Senjata ini mungkin juga telah digunakan lebih awal, September 2019, terhadap instalasi minyak Saudi di Abqaiq dan Khurais.

Namun drone ini, yang awalnya dirancang Shahed Aviation Industries Research Center, perusahaan Iran yang menurut AS dikendalikan Korps Garda Revolusi Islam, mulai tersebar luas akibat penggunaannya oleh Rusia dalam perang di Ukraina. Awalnya diekspor, Iran kemudian membagikan desainnya agar Rusia memproduksi dalam jumlah besar.

Rusia biasanya menyerang Ukraina dengan kawanan terkoordinasi hingga 800 Shahed-136, drone pengecoh yang tampak serupa, serta sejumlah kecil rudal jelajah dan balistik. Tujuannya untuk melumpuhkan pertahanan udara Kyiv agar rudal yang lebih mematikan bisa menembus. Namun, sebagian besar video serangan Shahed di Teluk akhir pekan ini menunjukkan drone-drone tunggal yang berhasil menembus pertahanan udara, alih-alih kawanan massal.

Lihat Video 'Pesawat Sipil Tak Lintasi Langit Iran Imbas Perang':

(fyk/fay)




Hide Ads