×
Ad

Viral 'Mata Tuhan' Berbasis AI Petakan Detik-detik Serangan AS ke Iran

Adi Fida Rahman - detikInet
Selasa, 03 Mar 2026 06:45 WIB
Halaman ke 1 dari 2
Viral 'Mata Tuhan' Berbasis AI Petakan Detik-detik Serangan AS ke Iran Foto: x/@bilawalsidhu
Jakarta -

Sebuah video visualisasi futuristik viral di platform X (sebelumnya Twitter) setelah seorang developer teknologi memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk merekonstruksi secara 4D serangan militer bertajuk Operation Epic Fury ke Iran.

Proyek ini dijuluki netizen sebagai "Mata Tuhan" karena mampu menampilkan peristiwa perang secara menyeluruh dari perspektif global, lengkap dengan elemen waktu yang bisa digeser menit demi menit.

Adalah Bilawal Sidhu, mantan Product Manager di Google yang kini fokus pada kecerdasan spasial dan pemodelan dunia digital, yang membagikan rekonstruksi tersebut. Dalam unggahannya, ia mengaku melepas "swarm" agen AI untuk mengumpulkan seluruh sinyal Open Source Intelligence (OSINT) yang tersedia sebelum data-data tersebut hilang dari cache internet.

"Serangan ke Iran dimulai, dan saya langsung melepas sekumpulan agen AI untuk merekam setiap sinyal OSINT yang bisa saya temukan sebelum data itu hilang dari cache. Hasilnya adalah rekonstruksi 4D penuh di WorldView," tulis Sidhu.

Postingan itu ditonton lebih dari 3 juta kali dan menuai ribuan respons, menunjukkan bagaimana AI kini mampu mengubah data publik menjadi visualisasi intelijen geospasial yang kompleks.

Rekonstruksi 4D

Visualisasi yang dibuat melalui tool bernama WorldView menampilkan globe 3D dengan berbagai overlay data real-time. Pengguna dapat "menggeser waktu" untuk melihat bagaimana peristiwa berkembang secara kronologis.

Beberapa elemen yang ditampilkan dalam rekonstruksi tersebut antara lain:

  • Pembersihan wilayah udara di atas Tehran
  • Penguncian koordinat serangan darat
  • Gangguan GPS skala besar
  • Satelit Electro-Optical (EO) dan Synthetic Aperture Radar (SAR) yang melintas
  • Zona larangan terbang di sembilan negara
  • Pergerakan armada kapal di Selat Hormuz

Antarmukanya menampilkan jalur pesawat berwarna merah, zona jamming GPS hijau, serta label seperti "Iran Airspace Closed". Sekilas, tampilannya menyerupai adegan film fiksi ilmiah, padahal seluruhnya dibangun dari data publik seperti ADS-B (pelacakan pesawat), AIS (pelacakan kapal), citra satelit Copernicus dan Landsat, serta laporan media sosial.

Sidhu menegaskan bahwa proyek ini tidak menggunakan proprietary data fusion, melainkan murni pemrosesan data terbuka dengan kecerdasan buatan.



Simak Video "Video Menlu Iran: Kami Siap Diplomasi, Tapi Rekam Jejak AS Buruk"

(afr/afr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork