7 Fakta Unik Air Force One, Pesawat Canggih Joe Biden ke Bali

7 Fakta Unik Air Force One, Pesawat Canggih Joe Biden ke Bali

ADVERTISEMENT

7 Fakta Unik Air Force One, Pesawat Canggih Joe Biden ke Bali

Panji Saputro - detikInet
Minggu, 13 Nov 2022 18:00 WIB
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, dikabarkan telah menuju ke Bali dan sampai malam hari ini, Minggu 13 November 2022. Tentu saja dia datang ke Indonesia menggunakan US Air Force One.

Disampaikan oleh Asisten Operasi (Asops) Komandao Operasi Udara (Kaskoopsud) II Kolone Pnb Bambang Sudewo, orang nomor satu di Amerika tersebut, dijadwalkan tiba di Bandara International I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada pukul 19.30 Wita.

Air Force One yang digunakan Biden, memiliki kisah uniknya sendiri. Misalnya pemilihan warna biru yang melekat pada bodi pesawat, merupakan warna kesukaan Ibu Negara Jackie Kennedy, istri Presiden John F Kennedy.

Saat itu, Jackie ingin memastikan pesawat itu bisa memberikan kesan yang baik untuk suaminya sebagai Presiden Amerika. Lalu ia juga tidak ingin desainnya terlalu militer. Itu salah satu fakta bila berbicara soal US Air Force One. Namun ternyata tidak itu saja informasi menarik dari pesawat ini.

Dirangkum detikINET dari Mentalfloss, Minggu (13/11/2022), setidaknya ada 7 fakta lain mengenai Air Force One yang digunakan Biden menuju Bali. Yuk simak uraian singkatnya berikut ini.

7 Fakta Air Force One

1. Air Force One Bukan Nama Pesawat

Secara teknis, Air Force One merupakan istilah yang digunakan untuk pesawat Angkatan Udara yang sedang membawa presiden Amerika Serikat. Saat ini, pesawat yang menyandang nama tersebut adalah seri Boeing 747-200B yang dipakai Joe Biden ke Bali. Ada dua unit pesawat kepresidenan AS ini.

Nah, untuk pesawat Angkatan Udara yang membawa wakil presiden namanya adalah Air Force Two, biasanya menggunakan Boeing C-32.

2. Orang Pertama yang Menggunakan Istilah Air Force One

Istilah Air Force One tidak digunakan sampai Dwight D. Eisenhower, mantan Presiden Amerika, menjabat. Menurut cerita, kemungkinan alasan di balik tanda panggilan itu terjadi pada tahun 1953.

Saat itu, ada sebuah pesawat komersial yang menggunakan tanda '8610', sama dengan pesawat presiden yang berpotensi menyebabkan kebingungan. Lalu pertimbangan lainnya, Air Force One mengacu pada pentingnya untuk tidak hanya mengetahui di mana pesawat kepresidenan berada, tetapi juga apakah orang nomor satu tersebut berada di dalamnya.

3. Memiliki Kantor, Kamar Tidur dan Pusat Kesehatan

Boeing 747 dengan berat 800 ribu pon, memiliki ruang seluas 4 ribu kaki. Pesawat ini memiliki kantor besar, kamar tidur, kamar mandi, dan ruang konferensi.

Selain itu, ada pula ruang kesehatan dengan dokter di dalamnya. Tak sampai di situ, terdapat dapur yang dapat menyiapkan hingga 2 ribu makanan, dan bisa memberi makan kepada 100 orang sekaligus.

4. Dapat Diisi Bahan Bakar di Udara

Fakta menarik lainnya, Air Force One dapat mengisi tangki bahan bakarnya sembari melakukan penerbangan. Jadi, tidak perlu menunggu hingga pesawat harus turun terlebih dahulu dan berhenti di terminal.

Kendati begitu, hingga saat ini pesawat tersebut belum pernah memberdayakan kemampuan mengisi bahan bakar di udara itu, saat seorang presiden sedang berada di dalamnya.

5. Mampu Menampung Banyak Orang

Meskipun ditunjuk sebagai pesawat yang membawa presiden, kenyataannya Air Force One juga mampu menampung puluhan orang. Jumlahnya sendiri tak tanggung-tanggung, di mana dapat mengangkut hingga 76 penumpang.

Untuk orang-orang yang ikut di dalamnya, ada staf presiden, petugas keamanan, dokter, juru masak, tamu istimewa, dan termasuk staf pesawat. Nah untuk keluar dan masuk pesawat, seorang presiden yang naik Air Force One memiliki pintu pribadi.

6. Sangat Cepat

Dengan ukuran besar dan bobot yang amat berat, Air Force One mampu terbang dengan kecepatan tertinggi sekitar 600 mph. Itu setara dengan standar Boeing 747, yang bisa mencapai 570 mph.

Namun sepertinya, sebagian orangnya menganggapnya sebenarnya tidak terlalu cepat untuk ukuran pengangkut presiden. Rumor beredar bahwa ada pembicaraan untuk membuat jet supersonik bagi presiden.

7. Sekali Terbang Biayanya Mahal

Dari beragam fitur yang sudah disebut tadi, ada biaya yang harus digelontorkan untuk sekali terbang. Angkanya sendiri tidak sedikit dan jumlahnya bervariasi.

Sebuah laporan mengungkapkan, biayanya lebih dari USD 200 ribu atau sekitar Rp 3 miliar per jam. Data tersebut berkaca dari pengalaman Air Force One, kala beroperasi dalam perjalanan Barack Obama pada Oktober 2014.

Jika mengacu pada angka tersebut dan dikaitkan perjalanan Biden ke Bali dengan asumsi waktu lebih dari 20 jam, maka kira-kira biaya yang dikeluarkan hingga USD 4 juta atau sekitar Rp 61 miliar sekali perjalanan.

Akan tetapi, mengingat estimasi itu sudah delapan tahun yang lalu, maka ada kemungkinan biayanya sendiri akan lebih tinggi pada tahun 2022.

(hps/fyk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT