Instagram Reels Masih Keteteran Kejar TikTok

ADVERTISEMENT

Instagram Reels Masih Keteteran Kejar TikTok

Virgina Maulita Putri - detikInet
Kamis, 15 Sep 2022 20:45 WIB
Instagram uji coba gabungkan video singkat jadi Reels
Instagram Reels Masih Keteteran Kejar TikTok Foto: Dok. Instagram
Jakarta -

Instagram meluncurkan fitur Reels untuk melawan dominasi TikTok di ranah platform video singkat. Meski sudah jor-joran sampai dikritik oleh penggunanya, ternyata Reels masih belum bisa menyamai pencapaian Tiktok.

Menurut dokumen internal Meta yang diperoleh The Wall Street Journal, engagement pengguna di Reels jauh tertinggal ketimbang TikTok. Dokumen itu mengungkap pengguna TikTok menghabiskan 197,8 jam sehari untuk menonton video, sedangkan pengguna Instagram hanya menghabiskan 17,6 juta jam sehari menonton Reels.

Laporan bertajuk bertajuk 'Creators x Reels State of the Union 2022' yang diterbitkan pada bulan Agustus itu mengungkap engagement Reels turun 13,6% dalam empat bulan sebelumnya dan sebagian besar pengguna Reels tidak mendapatkan engagement dalam bentuk apapun.

Salah satu masalah terbesar untuk Instagram adalah kurangnya konten original untuk Reels. Hampir sepertiga dari video yang beredar di Reels dibuat di aplikasi lain dan banyak di antaranya masih memiliki watermark dari aplikasi lain.

Kreator konten dan influencer juga disebut tidak memanfaatkan Reels untuk membuat konten. Dari 11 juta pengguna yang disebut kreator oleh Instagram di Amerika Serikat, hanya 2,3 juta yang posting Reels setiap bulan.

Maraknya konten dari platform lain ini membuat Instagram mengeluarkan kebijakan untuk menurunkan visibilitas video TikTok di rekomendasi. Meta juga menganggarkan USD 1 miliar untuk kreator agar mau membuat konten Reels, tapi sejauh ini kreator baru menerima USD 120 juta.

Juru bicara Meta Devi Narasimhan mengatakan laporan soal waktu yang dihabiskan pengguna untuk menonton Reels dan TikTok sudah usang dan tidak bersifat global. Narasimhan mengatakan engagement Reels sudah naik dari bulan ke bulan, dan angka USD 120 juta merupakan data lama.

"Kami masih memiliki banyak hal yang harus dikerjakan, tapi kreator dan bisnis melihat hasil yang menjanjikan dan perkembangan monetisasi kami lebih cepat dari yang kami perkirakan karena lebih banyak orang yang menonton," kata Narasimhan, seperti dikutip dari The Verge, Kamis (15/9/2022).

Padahal Instagram sudah mengerahkan berbagai cara untuk membuat platform-nya semakin mirip TikTok. Pengguna justru menyambut perubahan ini dengan negatif, seperti kampanye 'Stop trying to be TikTok' yang sempat diramaikan oleh Kylie Jenner, Kim Kardashian, dan jutaan pengguna lainnya.

Kreator dan fotografer yang sudah lama menggunakan Instagram sebagai platform berbagi foto juga mengeluhkan keputusan platform milik Meta itu untuk fokus ke Reels.

Menurut laporan yang diperoleh The Wall Street Journal, persentase pengguna Instagram yang yakin bahwa perusahaan masih peduli kepada mereka menurun tajam dari 70% pada tahun 2019 menjadi 20% pada awal musim panas ini.



Simak Video "Usai Dikritik, Instagram Batal Kembangkan Fitur Mirip TikTok"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT