Teknologi Rudal 'Api Neraka' yang Bunuh Pemimpin Al Qaeda

ADVERTISEMENT

Teknologi Rudal 'Api Neraka' yang Bunuh Pemimpin Al Qaeda

Fino Yurio Kristo - detikInet
Rabu, 03 Agu 2022 14:06 WIB
Rudal Hellfire
Teknologi Rudal 'Api Neraka' yang Tewaskan Pemimpin Al Qaeda. Foto: Corbis via Getty Images/David Bathgate
Jakarta -

Ayman Al Zawahiri, pemimpin Al Qaeda, tewas karena serangan dua rudal jenis Hellfire atau api neraka dari drone Amerika Serikat (AS) di Kabul, Afghanistan. Rudal ditembakkan dari drone dan menyasar Ayman yang sedang berada di balkon. Seperti apa kemampuan rudal ini?

Pejabat AS memang tidak menyebut secara spesifik rudal apa yang menyerang Al Zawahiri, tapi dari pernyataan mereka, terindikasi variannya adalah R9X yang dijuluki Ninja atau Flying Ginsu. Ginsu sendiri merujuk pada pisau.

Hellfire R9X sudah dipakai AS untuk menewaskan beberapa pemimpin kaum militan di masa silam. Tahun 2015, rudal ini diduga menewaskan Jihadi John di Suriah, kemudian membunuh jenderal Iran, Qassem Soleimani di Baghdad pada awal 2020.

RX9 punya enam bilah pisau yang berotasi dalam kecepatan tinggi, bukan hulu ledak konvensional. Jadi, rudal ini menghabisi target, bukan meledakkannya sehingga meminimalisir kerusakan atau korban lain kecuali si target.

Dibuat oleh Lockheed Martin, berat Hellfire RX9 sekitar 45 kilogram. Selain dari drone, misil ini dapat ditembakkan dari helikopter dan kendaraan Humvee.

Seperti disebutkan, moncongnya terdiri dari semacam bilah-bilah pisau panjang yang tajam dan mematikan, muncul saat mencapai target. Kendaraan seperti mobil bisa dihancurkannya, bahkan tank.

Bagaimana situasi di balik layar? Jadi, operator senjata yang kadang berada di ruang berpendingin udara di Amerika, melihat tayangan video langsung dari sosok yang diincar.

Operator kemudian dapat mengunci target dan mengarahkan laser sehingga saat rudal Hellfire ditembakkan, ia akan mengikuti jalur dari laser hingga menghantam sasarannya.

"Dalam kasus ini, sepertinya mereka sangat berhati-hati dan menemukannya di lokasi di mana mereka bisa hanya menembaknya dan tidak membahayakan orang lain," kata Profesor William Banks, pengamat dari Syracuse University Institute for Security Policy and Law.

Halaman selanjutnya, ditembakkan dari drone Reaper>>>

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT