Duh, Jumlah Senjata Nuklir Global Diprediksi Melonjak

Duh, Jumlah Senjata Nuklir Global Diprediksi Melonjak

Fino Yurio Kristo - detikInet
Rabu, 15 Jun 2022 10:45 WIB
Korsel Negara Pertama tanpa Senjata Nuklir yang Berhasil Kembangkan Teknologi Rudal SLBM
Ilustrasi senjata nuklir. Foto: DW (News)
Jakarta -

Arsenal nuklir yang dimiliki oleh beberapa negara diprediksi akan melonjak dalam tahun-tahun mendatang, hal yang belum terjadi sejak masa Perang Dingin. Maka, peluang senjata nuklir berbahaya itu digunakan untuk menyerang musuh adalah yang tertinggi dalam satu dekade terakhir.

Demikian perkiraan suram yang dikemukakan oleh Stockholm International Peace Research Institute (Sipri). Bisa ditebak, fenomena itu disebabkan oleh tensi tinggi perang Ukraina dan Rusia yang melibatkan negara-negara barat. Seperti diketahui, pasokan persenjataan Ukraina banyak dibantu oleh NATO.

Sebenarnya, jumlah senjata nuklir sudah sedikit turun pada Januari 2022 dibanding tahun sebelumnya. Namun menurut Sipri, jika tidak ada aksi pencegahan nyata, maka jumlah hulu ledak nuklir global diperkirakan naik untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama.

Seperti dikutip detikINET dari Guardian, prediksi itu dinilai mencemaskan karena bisa mengancam umat manusia dengan kehancuran. "Seluruh negara yang bersenjata nuklir memperbanyak atau melakukan upgrade senjatanya," kata Wilfred Wan, direktur di Sipri.

Terlebih, retorika serangan nuklir sudah beberapa kali dilontarkan oleh Rusia dan sang presiden, Vladimir Putin. Rusia memiliki arsenal senjata nuklir terbanyak di dunia dengan 5.977 hulu ledak, 550 lebih banyak dari Amerika Serikat.

Kombinasi kekuatan nuklir kedua negara mencakup lebih dari 90% senjata nuklir global. Negara lain yang punya nuklir misalnya Inggris, China dan Perancis.

Sipri mencatat jumlah hulu ledak nuklir pada Januari 2022 adalah 12.705, turun dari Januari 2021 yang sebanyak 13.080. Sebanyak 3.732 hulu ledak telah dipasangkan di rudal atau pesawat sehingga siap tembak. Bahkan diestimasi ada 2.000 unit senjata nuklir disiagakan untuk dioperasikan dalam waktu cepat, terutama milik Amerika Serikat dan Rusia.



Simak Video "Kemungkinan AS Cabut Sanksi Iran Bikin Israel Ketar-ketir"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)