Rusia: Rudal Setan Akan Ratakan Negara Barat!

Rusia: Rudal Setan Akan Ratakan Negara Barat!

Fino Yurio Kristo - detikInet
Selasa, 24 Mei 2022 12:13 WIB
Uji Coba rudal Sarmat
Kawah yang diklaim dirudal Sarmat. Foto: Daily Mail
Jakarta -

Dmitry Rogozin adalah bos Rocosmos, lembaga antariksa Rusia. Belakangan ini, orang kepercayaan Presiden Rusia Vladimir Putin itu sering bicara di luar cakupan pekerjaannya, terutama terkait ancaman senjata nuklir.

Dalam pernyataan terbarunya, Rogozin menyebut Rusia sudah menyiapkan lusinan rudal Sarmat yang sering dijuluki sebagai rudal setan, untuk dioperasikan di musim gugur mendatang dan bisa saja ditembakkan ke negara-negara barat musuh Rusia.

Rogozin menunjukkan di media sosial video semacam kawah sedalam sekitar 8 meter dan luas 20 meter. Diklaimnya lubang itu tercipta setelah terkena tumbukan rudal Sarmat saat diuji coba tanpa hulu ledak nuklir.

"Jika ada nuklirnya, kawah semacam itu di wilayah musuh akan sangat luas dan sangat dalam dan mengandung radioaktif. Dan bukan hanya satu, sebanyak mungkin rudal nuklir paling powerful di dunia ini akan ditembakkan ke wilayah musuh," klaimnya seperti dikutip detikINET dari Daily Mail, Selasa (24/5/2022).

Dia mengklaim Rusia akan punya sekitar 50 senjata nuklir Sarmat yang siap dioperasikan. "Ini adalah untuk menasehati agar para agresor itu berbicara dengan lebih ramah pada Rusia," tambah dia.

Sarmat adalah rudal berkemampuan nuklir antar benua yang diklaim dapat menembak sasaran di manapun berada. Sarmat disebut akan bisa dioperasikan tahun ini. Rudal ini disebut bisa menjangkau sasaran sampai 18 ribu kilometer dan kecepatan maksimumnya 25 ribu kilometer per jam.

Adapun beratnya mencapai 208 metrik ton, panjang 35,5 meter dan diameternya 3 meter. Desainnya disebut-sebut membuat Sarmat akan sulit dilacak oleh radar.

Sebelumnya, Rogozin sudah melayangkan ancaman ke NATO. "Dalam perang senjata nuklir, negara-negara NATO akan dihancurkan oleh kami dalam waktu setengah jam," tulis Rogozin dalam postingan Telegram.

Halaman selanjutnya, tanggapan Inggris>>>