Mencuit Soal Jepang Akan Punah, Elon Musk Dikecam

Mencuit Soal Jepang Akan Punah, Elon Musk Dikecam

Virgina Maulita Putri - detikInet
Rabu, 11 Mei 2022 07:16 WIB
Apakah Pembelian Twitter oleh Elon Musk adalah Keputusan Bisnis yang Tepat?
Mencuit Soal Jepang Akan Punah, Elon Musk Dikecam Foto: ABC Australia
Jakarta -

Elon Musk kembali menuai kontroversi karena cuitannya di Twitter. Kali ini ia dikritik karena menyebut Jepang akan punah kecuali mereka mengatasi angka kelahiran yang terus menurun.

"Kecuali mereka mengubah sesuatu untuk menyebabkan angka kelahiran melebihi angka kematian, Jepang pada akhirnya akan lenyap," kata Musk dalam cuitannya, seperti dikutip dari The Guardian, Rabu (11/5/2022).

"Ini akan menjadi kerugian besar bagi dunia," sambungnya.

Cuitan tersebut merupakan respons Musk terhadap laporan pemerintah Jepang tentang populasi nasional yang turun hingga 644.000 pada tahun lalu. Ini merupakan rekor baru bagi Jepang yang telah mengalami penurunan populasi selama 11 tahun berturut-turut.

Populasi Jepang mencapai puncaknya pada tahun 2008 dan terus menurun tiap tahunnya menjadi sekitar 125 juta orang pada tahun 2021. Meski Jepang mencatatkan 831.000 kelahiran pada tahun lalu, jumlahnya masih tertinggal dari angka kematian yang mencapai 1,44 juta.

Cuitan Musk ini langsung dikecam oleh netizen dan pengamat Jepang di Twitter. Ada yang mengatakan bahwa Jepang bukan satu-satunya negara maju yang mengalami penurunan populasi, dan menunjuk Jerman sebagai salah satu contoh lainnya.

"Apa gunanya mencuit ini? Kecemasan seputar masa depan demografis Jepang bukan tentang 'Jepang pada akhirnya akan lenyap' tapi tentang dislokasi sosial yang mendalam yang terjadi akibat dari penurunan ke tingkat populasi yang lebih rendah," kata pengamat dari Center for American Progress Tobias Harris.

"Upah dan pendapatan yang dapat dibelanjakan telah menurun selama 20-30 tahun di Jepang selain bagaimana 40% karyawan adalah pekerja paruh waktu dengan upah yang lebih rendah. Bagaimana mereka bisa menikah dan punya anak?" kata pengguna Twitter @yone_maca.

Ada juga netizen yang memanfaatkan cuitan Musk ini menyindir pemerintah Jepang karena tidak memiliki solusi nyata untuk mengatasi angka kelahiran yang rendah, misalnya dengan menyediakan lebih banyak pusat penitipan anak dan mempermudah perempuan untuk kembali bekerja setelah memiliki anak.

"Mereka terus mengatakan angka kelahiran menurun, tapi mengingat pemerintah tidak mengambil langkah menyeluruh untuk mengatasinya, apa yang bisa kita katakan? Semua yang mereka katakan dan lakukan bertentangan," kata pengguna Twitter lainnya.

Elon Musk sendiri pernah beberapa kali menyatakan kekhawatirannya soal populasi global yang menurun. CEO SpaceX dan Tesla ini pernah mengatakan banyak orang pintar justru mengira kalau dunia sudah penuh dan populasi tumbuh di luar kendali.

"Ini benar-benar kebalikannya. Jika orang-orang tidak memiliki lebih banyak anak, peradaban akan runtuh. Ingat kata-kataku," kata Musk saat berbicara di event Wall Street Journal tahun lalu.



Simak Video "Elon Musk Tunda Kesepakatan Beli Twitter, Ini Alasannya"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/vmp)