Solusi Digital dari Huawei untuk Atasi Pandemi COVID-19

Year in Review 2021

Solusi Digital dari Huawei untuk Atasi Pandemi COVID-19

Dea Duta Aulia - detikInet
Jumat, 07 Jan 2022 22:10 WIB
Ilustrasi pandemi COVID-19
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Huawei menyadari pentingnya teknologi di masa Pandemi COVID-19. Sebab wabah ini memaksa setiap orang untuk beralih dan memanfaatkan teknologi digital. Bahkan semenjak wabah tersebut hadir, hampir semua sektor mulai dari pendidikan, bisnis, kesehatan, pariwisata, telekomunikasi, hingga transportasi semua mengandalkan teknologi digital.

Deputi Chairman Huawei Ken Hu mengatakan teknologi memiliki peran yang begitu penting dalam memerangi pandemi COVID-19. Selain dapat meminimalisir terinfeksi virus, teknologi bisa memberikan kemudahan dan efisiensi waktu bagi para penggunanya.

Huawei pun menghadirkan sejumlah solusi digital untuk melawan dan membantu penanganan Pandemi COVID-19 di Indonesia.

"Sejak awal ketika pandemi melanda Indonesia, kami telah melakukan yang terbaik untuk membantu menggunakan keahlian kami dalam teknologi baru," kata CEO Huawei Indonesia, Jacky Chen.

Jacky menjelaskan, upaya Huawei untuk membantu Indonesia sudah dilakukan sejak awal-awal wabah tersebut masuk ke Indonesia. Salah satunya dengan menyediakan infrastruktur telekomunikasi darurat di Pulau Sebaru yang dulu digunakan sebagai tempat karantina. Selain itu, Huawei menggunakan teknologi pengiriman digital terbaru untuk mempercepat pemasangan lebih dari 50.000 BTS.

"Kami mengerahkan kerja keras untuk memasang transmisi microwave di Pulau Sebaru di Kepulauan Seribu untuk membantu pemerintah dalam karantina 260 orang Indonesia yang terkait dengan virus corona di atas kapal pesiar Diamond Princess dan World Dream," jelasnya.

Upaya lain yang dilakukan Huawei yakni dengan membantu para tenaga kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto dan RS Pertamedika. Bantuan yang diberikan berupa penyediaan teknologi Wifi 6 untuk konektivitas dan sistem conference untuk telemedicine.

Dokter di RSPAD dan RS Pertamedika juga mendapatkan solusi cloud berbasis AI. Dengan begitu dapat mempercepat diagnosis Covid-19 hingga enam kali lipat dengan tingkat akurasi 93%.

"Kami juga membantu para dokter di RSPAD Gatot Soebroto dan RSPP Pertamedika untuk menggunakan AI-assisted analysis dalam mendeteksi pasien COVID-19 hingga 6 kali lebih singkat dan akurasi 93%," kata Jacky Chen.

Dilansir dari CNBC Indonesia, kontribusi terhadap penanganan COVID-19 tidak hanya dilakukan di dua rumah sakit itu saja. Pihaknya juga memberikan bantuan kepada sejumlah rumah sakit yang ada di Indonesia.

"Pemeliharaan jaringan telekomunikasi juga dilakukan oleh Huawei di daerah kritis. Termasuk diantaranya 600 rumah sakit rujukan COVID-19 di seluruh Indonesia," jelas Director of Corporation Affairs Huawei Tech Investment Huawei Indonesia, Yunny Christine.

Upaya Huawei untuk berkontribusi terhadap Indonesia dalam penanganan wabah tersebut tidak hanya sebatas menghadirkan teknologi modern ke sejumlah rumah sakit rujukan. Namun, perusahaan yang mendapatkan penghargaan dalam bidang artificial intelligence (AI) 2021 dari Badan Riset dan Inovasi Nasional ini juga turut membantu melahirkan talenta digital terampil Indonesia melalui beragam pelatihan.

Di bawah payung semangat I DO, Huawei menargetkan mencetak 100.000 talenta digital dalam 5 tahun ke depan. Untuk progresnya sendiri bisa dikatakan cukup menggembirakan. Sebab, dalam kurun waktu November 2020 hingga akhir 2021 ini saja Huawei mencatat pihaknya telah melatih lebih dari 52 ribu orang talenta digital di Indonesia.

Hal tersebut juga dilakukan sebagai upaya untuk membantu mewujudkan cita-cita Indonesia masuk ke lima besar sebagai negara yang memiliki kekuatan ekonomi digital dunia pada 2045 mendatang.

Atas capaian Huawei sepanjang 2021, detikcom menobatkan Huawei sebagai Top Digital Talent Contributor di 2021. Selamat untuk Huawei, semoga 2022 menjadi tahun yang lebih baik lagi untuk kemajuan digital talent di Indonesia.



Simak Video "Year In Review 2021: Kilas Balik Penanganan COVID-19 di 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(fhs/fay)