Startup Unicorn Bermunculan, Menkominfo Berharap Ada Decacorn Lagi

Startup Unicorn Bermunculan, Menkominfo Berharap Ada Decacorn Lagi

Agus Tri Haryanto - detikInet
Rabu, 13 Okt 2021 16:30 WIB
Menkominfo
Startup Unicorn Bermunculan, Menkominfo: Mudah-mudahan Ada Decacorn Lagi. Foto: Kominfo
Jakarta -

Mulai bermunculan startup unicorn di Indonesia, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate berharap akan lahir lagi startup decacorn.

Startup unicorn adalah perusahaan rintisan digital yang memiliki valuasi USD 1 miliar atau Rp 14 triliun. Sedangkan, startup decacorn merupakan level selanjutnya dengan perusahaan bervaluasi USD 10 miliar atau Rp 140 triliun.

Saat ini, startup RI yang bergelar unicorn ini antara lain Traveloka, Ovo, Bukalapak, J&T Express, Xendit, Ajaib, dan OnlinePajak. Sementara yang sudah mencapai decacorn baru GoTo yang merupakan gabungan Gojek dan Tokopedia.

Dengan mulai bergairahnya tren pendanaan startup di Indonesia yang meningkat, Menkominfo diharapkan ada startup decacorn selanjutnya selain Gojek.

"Resiliensi (ekonomi digital) tercermin dari peningkatan pendanaan sejumlah startup di Indonesia, di mana hingga kini Indonesia telah memiliki satu decacorn, yakni Gojek. Dan mudah-mudahan segera dua," ujarnya keterangan tertulisnya, Rabu (13/10/2021).

Johnny menjelaskan dengan peningkatan jumlah pengguna internet Indonesia yang sudah mencapai 202,6 juta per Januari 2021. Kemudian, pengguna layanan digital di tanah air turut tumbuh sebesar 37% selama pandemi, kelahiran startup decacorn bisa saja terjadi di masa mendatang.

Mengutip data United Nations Conference on Trade and Development tahun 2021, Menteri Johnny menunjukkan peningkatan bandwidth internet secara global pada tahun 2020 mencapai 35%, peningkatan tersebut menjadi yang terbesar sejak 2013.

"Dengan lalu lintas data bulanan yang secara global diprediksi akan terus meningkat hingga 780 exabytes di tahun 2026, sehingga adopsi teknologi digital telah menjadi katalisator bagi kemajuan di berbagai kehidupan dan aktifitas masyarakat, termasuk perkembangan ekonomi digital di Indonesia," paparnya.

Menkominfo mengatakan kolaborasi antarkekuatan startup Indonesia juga semakin terlihat dari bergabungnya Gojek dan Tokopedia dalam konsolidasi platform e-commerce. Hal itu diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi digital nasional melalui upaya kolaboratif.

"Dengan geliat potensi dan resiliensi tersebut, maka diperkirakan valuasi ekonomi digital Indonesia ke depan akan terus meningkat, yakni mencapai sebesar USD 124 Miliar pada tahun 2025, dan sebesar USD 315,5 Miliar pada tahun 2030 mendatang," ungkapnya optimistis.

Halaman selanjutnya: Potensi Fintech...



Simak Video "Jerman Lirik Indonesia untuk Kerja Sama Bangun Startup"
[Gambas:Video 20detik]