Ula, Startup Indonesia yang Dapat Suntikan Dana dari Jeff Bezos

Ula, Startup Indonesia yang Dapat Suntikan Dana dari Jeff Bezos

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Minggu, 10 Okt 2021 18:30 WIB
Sosok Jeff Bezos jadi sorotan. Pasalnya pendiri Amazon sekaligus salah satu orang terkaya dunia itu dikabarkan berinvestasi di startup e-commerce Indonesia, Ula
Jeff Bezos. Foto: AP Photo/Pablo Martinez Monsivais
Jakarta -

Ada sebuah startup asal Indonesia bernama Ula yang dikabarkan mendapat suntikan dana dari pendiri Amazon, yaitu Jeff Bezos.

Menurut Tech Crunch, Ula mendapat pendanaan Seri B sebesar USD 87 juta (Rp 1,2 triliun) dari Prosus Ventures, Tencent, dan B Capital. Nah, Bezos dikabarkan ikut menyuntik dana lewat Bezos Expeditions. Sementara B Capital, Tencent, dan Prosus Ventures diposisikan menjadi co-lead.

"Investor terbaru Ula datang dengan keahlian global dan berbagi pemikiran jangka panjang perusahaan. Kami senang mereka percaya dengan misi Ula dan harapannya bisa belajar dari pengalaman mereka membayangkan ulang ritel di pasar tumbuh yang lainnya," kata Co-founder dan CEO Ula, Nipun Mehra dalam pernyataan resminya.

Startup e-commerce Ula baru berumur 1,5 tahun dan berbasis di Jakarta. Sebelumnya, mereka sudah mendapat pendanaan dari B Capital Group, Sequoia Capital India, Lightspeed Venture Partners dan Quona Capital.

Jeff Bezos dilaporkan kepincut Ula yang merupakan platform e-commerce B to B, karena memang Amazon belum masuk ke Asia Tenggara dan hanya hadir secara terbatas di kawasan ini.

Startup Ula didirikan oleh Nipun Mehra (mantan eksekutif Flipkart di India dan mantan mitra di Sequoia Capital India), Alan Wong (sebelumnya bekerja di Amazon), Derry Sakti (yang mengawasi operasi raksasa barang konsumen P&G di Indonesia), dan Riky Tenggara (sebelumnya di Lazada dan aCommerce).

Pandemi COVID-19 tampaknya mendorong Ula lebih maju karena ekonomi didorong jadi digital. Ula membuat kemajuan dari dalam setahun sudah memiliki 20.000 toko. Investor pun mulai melirik.

"Banyak pasar ritel Indonesia tidak diatur. Contohnya sektor makanan dan sayuran, banyak petani jual ke agen, lalu dia jual ke pasar. Dari pasar ini, barang masuk ke grosir kecil dan seterusnya. Banyak pemain di rantai suplai," kata Mehra kepada Tech Crunch.

Ula mengatakan ingin fokus dulu di Indonesia, kesempatan masih terbuka besar. Belanja ritel diharapkan tembus USD 500 miliar dalam 4 tahun, kata Kabir Narang selaku Founding General Partner di B Capital Group. Selain fast-moving consumer goods (FMCG) Ula juga akan merambah sektor sandang dan elektronik.



Simak Video "Hitung-hitungan Harta Jeff Bezos oleh Seorang Fisikawan"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)