Si Cantik Vicky Zhao 'Dihilangkan' Pemerintah China

Round up

Si Cantik Vicky Zhao 'Dihilangkan' Pemerintah China

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kamis, 02 Sep 2021 06:15 WIB
Beijing -

Apa jadinya jika seorang selebriti yang sangat tersohor mendadak tidak ada jejaknya di internet? Tentu ada kekagetan yang timbul dari para fans. Itulah yang terjadi pada Zhaoe Wei atau sering dipanggil pula dengan nama Vicky Zhao.

Tak tanggung-tanggung, seluruh eksistensi Vicki Zhao di dunia maya dihilangkan oleh pemerintah China. Para penggemarnya jadi tidak bisa mengakses lagi film atau serial yang ia bintangi dan keberadaannya pun jadi spekulasi.

Vicky Zhao yang sekarang berusia 45 tahun mulai tenar di tahun 1990-an dengan membintangi serial laris My Fair Princess. Sejak itu, dia makin berkilau di layar kaca serta menekuni bisnis. Pemirsa dari mancanegara termasuk Indonesia juga banyak mengenalnya dari film seperti Shaolin Soccer.

Tidak ada penjelasan resmi kenapa Vicky Zhao menjadi incaran pemerintah China. Akan tetap belakangan Negeri Tirai Bambu itu giat merazia industri hiburan dan budaya pemujaan berlebihan pada para pesohor.

Media pemerintah, Global Times, hanya menyebut bahwa Zhao banyak punya skandal. Misalnya ia digugat dalam masalah bisnis investasi, termasuk kepemilikan saham di Alibaba Pictures Group yang dimiliki Alibaba, perusahaan Jack Ma.

"Di samping status selebnya, Zhao juga dikenal sebagai investor yang banyak digugat secara hukum. Tahun 2001, Zhao juga dikritik karena memakai pakaian yang menampakkan bendera Jepang," sebut Global Times.

Di samping itu, Vicky Zhao punya agensi yang mewadahi aktor China. Belum lama ini, aktor Zheng Zhehan yang bernaung di agensi itu memicu kontroversi karena selfie di tempat pemakaman tentara Jepang. Dia pun telah disensor dari internet. Seperti diketahui, banyak warga China masih sakit hati dengan jejak penjajahan Jepang.

Pemujaan Berlebihan Pada Selebriti

Ada juga yang menilai Vicky Zhao ditindak lantaran presiden Xi Jinping tidak senang dengan pemujaan berlebihan pada selebriti dan ketenaran mereka di media sosial karena dianggap tidak sesuai dengan karakter China.

Sejak tahun 2018, otoritas China rupanya sudah mencekal beberapa selebriti yang dinilai tidak bermoral, vulgar dan 'tidak punya kelas'.

Hal serupa juga sudah terjadi di jagat teknologi. Perusahaan raksasa teknologi semacam Alibaba sampai Tencent kena regulasi ketat bahkan denda besar dengan tuduhan semacam melakukan praktik monopoli. Pentolan teknologi Jack Ma pun sudah tidak pernah lagi tampil di publik.

Jack Ma menghilang setelah mengkritik sistem keuangan pemerintah China dan juga popularitasnya dianggap sudah berlebihan. Tak menutup kemungkinan nasib Vicky Zhao akan sama seperti Jack Ma, paling tidak aktivitasnya di depan publik tidak lagi seperti dahulu.

(fyk/fay)