Warga yang Divaksin Dapat Insentif Rp 1,4 Juta, Tapi Itu di Amerika

Warga yang Divaksin Dapat Insentif Rp 1,4 Juta, Tapi Itu di Amerika

Agus Tri Haryanto - detikInet
Jumat, 30 Jul 2021 22:35 WIB
Jumlah kasus COVID-19 di Negeri Paman Sam kembali melonjak dalam beberapa pekan terakhir. Hal itu terjadi karena maraknya disinformasi dan hoaks soal vaksin.
Foto: AP Photo
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengupayakan untuk mendorong warganya melakukan vaksinasi, salah satunya dengan insentif USD 100 atau setara Rp 1,4 jutaan bagi yang mau disuntik vaksin virus Corona (COVID-19).

Langkah tersebut diambil pemerintah Negeri Paman Sam ini, karena jumlah warga yang melakukan vaksinasi belum mencukupi. Sementara di sisi lain, kasus Corona masih terus melonjak di seluruh negara bagian.

Lonjakan tersebut akibat dari masuknya COVID-19 varian delta yang mana sangat menular dibandingkan lainnya. Sejak April lalu, tingkat vaksinasi di AS terus menurun.

"Pemerintah Joe Biden ingin pemerintah negara bagian dan lokal memberikan USD 100 kepada setiap warga AS yang baru divaksinasi," kata Departemen Keuangan dikutip dari The Verge, Jumat (30/7/2021).

Sumber dana insentif warga AS mendapatkan USD 100 itu diambil dari anggaran American Rescue Plan.

Disebutkan bahwa pemerintah AS tidak mengamanatkan insentif tersebut, tetapi Departemen Keuangan mengatakan pihaknya bermitra dengan Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan untuk membantu pemerintah mengucurkan dana insentif itu.

Di Kota New York, pemerintahnya pada pekan ini telah mengalokasikan anggaran bagi setiap warganya yang mau divaksin akan mengantongi USD 100.

"Saya pikir ketika seseorang mengatakan USD 100 ini untuk Anda, itu akan membuat dampak besar," ujar Wallikota Bill De Blasio.

Rencana AS untuk memberikan insentif USD 100 kepada warganya yang mau divaksin dinilai positif. Seorang antrolopog dari Diego Statae University, Elisa Sobo mengatakan, namun bisa saja itu dianggap menghina.

"Beberapa orang yang sampai sekarang melihat USD 100 sebagai alasan yang bagus. Tapi, beberapa orang akan menganggap tawaran itu menghina, yang lain akan menggunakan sebagai 'bukti' vaksin itu tidak baik," jelasnya.



Simak Video "Cerita Warga yang Kesulitan Dapatkan Vaksin Dosis Kedua"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)