Kisah Pilu Siboen Merintis Kampung YouTuber di Banyumas - Halaman 2

Kampung YouTuber

Kisah Pilu Siboen Merintis Kampung YouTuber di Banyumas

Arbi Anugrah - detikInet
Kamis, 10 Jun 2021 16:48 WIB
Profil Siboen dan Kampung Youtuber di Banyumas
Siboen, perintis Kampung YouTuber di Banyumas (Foto: Arbi Anugrah/detikcom)

Merintis YouTube

"Sebelum saya ke YouTube, sudah banyak hal yang saya lakukan untuk cari tambahan penghasilan. Dari cari rongsok, keliling setiap habis bengkel tutup, bawa magnet sambil ngurut jalan, bawa gendong keranjang, kantong plastik, botol plastik saya masukkan tidak mengubah. Kemudian jadi pedagang kedelai petani di kampung. Saya jual keliling, bantu nanti ada hasilnya dibagi, itu juga tidak merubah apa apa," ceritanya.

Hingga pada suatu hari dirinya mendengar melalui televisi jika ada beberapa YouTuber yang sukses dengan pendapatannya. Rasa penasaran tersebut membuat dirinya mencari tahu di Google untuk bisa mempunyai penghasilan dari YouTube.

"Akhirnya saya menggali dan saya buka YouTube cara mendapatkan uang dari YouTube. Di situ saya mendapati video tutorial cara menjadi mitra YouTube, saya belajar otodidak dari Google dan juga dari YouTube. Itu yang jadi awal dorongan saya ke YouTube," ujarnya.

Di tahun 2016, untuk pertama kalinya, dia membuat channel YouTube Siboen Nugroho, tentang komedi yang dimainkan oleh anak-anak di desanya. Apakah langsung sukses? Tentu tidak, channelnya tidak laku, tapi Siboen lagi-lagi tidak menyerah.

"Selama tiga bulan proses pembuatan 5 video komedi ini dan jadi, lalu saya upload ke Siboen Nugroho ini tidak ada minat menonton, warganet tidak ada yang tertarik menonton. Akhirnya saya berhenti membuat konten komedi. Saya berfikir saya tidak berjodoh cari rejeki di YouTube," jelasnya.

Padahal saat itu untuk memproduksi video YouTube tersebut dirinya memakai handphone hasil menggadaikan perhiasan milik istrinya. Frustrasi, cicilan kredit HP tetap berjalan, Siboen nyaris menyerah.

"Setelah berhenti, dalam kefrustasian konten tidak laku, cicilan handphone masih jalan, di bengkel sepi, saya mulai berfikir lagi, sudah kredit masa tidak dimanfaatkan," lanjutnya.

Hingga pada suatu saat ketika tengah menyervis salah satu motor, dia diminta untuk membuka tutorial mesin di YouTube oleh pelanggannya. Namun tutorial tersebut rumit, bahkan untuk ukuran montir seperti Siboen.

Dari situlah dia berfikir untuk membuat konten YouTube tentang otomotif yang dapat dipahami semua orang. Konten YouTube otomotif inilah yang kemudian mengubah nasibnya 180 derajat. Konten YouTube otomotif ini menjadi awal dari popularitas Siboen dan lahirnya Kampung YouTuber.

"Inspirasi saya main YouTube itu tadi, melihat konten tutorialnya itu susah dimengerti. Saya seorang mekanik saja nonton kesulitan memahami, jadi ada dorongan saya bikin. Di lain sisi kenapa saya terdorong, tadinya ingin punya pendapatan," ucapnya.

Bagaimana Siboen berjuang membangun channel YouTube-nya? Tunggu cerita selanjutnya tentang Kampung YouTuber!



Simak Video "Polda DIY Kirim 100 Tabung Oksigen ke RSUP dr. Sardjito"
[Gambas:Video 20detik]
(arb/fay)