Liga Inggris Surati Zuckerberg, Sebut Facebook Sarang Rasisme

Liga Inggris Surati Zuckerberg, Sebut Facebook Sarang Rasisme

Fino Yurio Kristo - detikInet
Selasa, 16 Feb 2021 22:35 WIB
MANCHESTER, ENGLAND - JANUARY 27: Marcus Rashford of Manchester United is chased by John Lundstram of Sheffield United  during the Premier League match between Manchester United and Sheffield United at Old Trafford on January 27, 2021 in Manchester, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Laurence Griffiths/Getty Images)
Marcus Rashford yang sering jadi sasaran rasisme (Foto: Getty Images/Laurence Griffiths)
London -

Maraknya rasisme di media sosial yang ditujukan untuk para pemain sepakbola di Liga Inggris membuat banyak pihak prihatin. Para pemimpin Liga Inggris sampai-sampai mengirimkan surat khusus pada CEO Facebook Mark Zuckerberg dan CEO Twitter, Jack Dorset.

Kedua pemimpin diminta untuk serius melibas postingan rasis dari user dan kalau bisa identitas pengguna media sosial diverifikasi. Para pemain di Liga Inggris yang terkena rasisme sudah banyak yang merasa gerah, demikian juga di Liga Wanita. Apalagi bahasanya kadang amat kasar.

"Bahasa yang digunakan merendahkan, sering adalah ancaman dan ilegal," tulis 8 pimpinan Liga Inggris termasuk dari Football Association (FA) dan Premier League.

"Hal itu menyebabkan kesedihan bagi yang menerimanya dan juga bagi mayoritas orang yang membenci rasisme, seksisme dan diskriminasi dalam bentuk apapun," tambah mereka seperti dikutip detikINET dari Associated Press, Selasa (16/2/2021).

Lebih lanjut disebutkan, walau sudah ada beberapa pertemuan antara kedua belah pihak, Facebook dan Twitter tetap saja menjadi sarang rasisme. Apalagi tidak ada tindakan tegas sehingga pelaku makin menjadi-jadi dan berasal dari berbagai belahan dunia, tidak hanya di Inggris.

"Kita sudah banyak menggelar meeting dengan eksekutif Anda dalam beberapa tahun ini akan tetapi realitanya adalah platform Anda tetap saja menjadi surga bagi pelecehan," sebut mereka.

Beberapa pemain belakangan menjadi sasaran rasisme di media sosial. Sebut saja Marcus Rashford, Axel Tuanzebe, Anthony Martial, Lauren James dan lain-lain.

"Seiring kita lihat minggu-minggu belakangan, level pelecehan dari pengguna layanan Anda yang ditujukan pada pemain sepakbola dan awak pertandingan makin meningkat, kami menulis bahwa atas nama martabat dasar manusia, pakailah kekuatan sistem global Anda untuk mengakhiri hal ini," begitu permintaan mereka pada Mark Zuckerberg dan Jack Dorsey.



Simak Video "Mark Zuckerberg Habiskan Rp 336 Miliar untuk Keamanan"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)