Italia Blokir TikTok Setelah Makan Korban Jiwa

Italia Blokir TikTok Setelah Makan Korban Jiwa

Rachmatunnisa - detikInet
Minggu, 24 Jan 2021 14:16 WIB
BERLIN, GERMANY - SEPTEMBER 21: A young man holding a smartphone casts a shadow as he walks past an advertisement for social media company TikTok on September 21, 2020 in Berlin, Germany. U.S. President Donald Trump has given preliminary approval for Oracle, Walmart and other investors to take over TikTok and create a new U.S.-based company called TikTok Global. (Photo by Sean Gallup/Getty Images)
Italia Blokir TikTok Setelah Makan Korban Jiwa. Foto: Getty Images/Sean Gallup
Jakarta -

Italia memblokir TikTok untuk pengguna dengan rentang usia tertentu. Pemblokiran sementara ini dilakukan setelah adanya korban jiwa akibat mengikuti tantangan blackout challenge di TikTok.

Seorang gadis berusia 10 tahun meninggal di rumah sakit Palermo, Italia setelah mengikuti blackout challenge. Sebelum dibawa ke rumah sakit, dia ditemukan oleh adik perempuannya yang berusia 5 tahun di kamar mandi dengan ponselnya.

Menurut laporan surat kabar setempat, La Republica, orang tua gadis itu mengaku tidak mengetahui apa-apa. Mereka baru tahu anak yang lebih tua meninggal setelah mengikuti blackout challenge dari anak yang berusia 5 tahun.

Untuk diketahui, blackout challenge yang viral di kalangan anak-anak dan remaja ini sangat berbahaya dan bisa mengancaman nyawa. Dalam tantangan tersebut, pengguna TikTok ditantang mencekik diri sendiri sampai mereka pingsan dengan harapan mereka bangun beberapa detik kemudian.

"Kami tidak tahu dia ikut mengikuti game ini. Yang kami tahu bahwa (putri kami) bermain TikTok untuk menari, menonton video. Tidak terbayang ada dampak sekejam ini," ratap ayah gadis itu seperti dikutip dari Guardian.

Saat ini, ponsel milik bocah perempuan tersebut disita polisi. Untuk sementara, jaksa membuka penyelidikan atas kasus kematian seorang gadis yang disebabkan tantangan di TikTok.

Penyelidikan dilakukan setelah Italia secara resmi mengumumkan pemblokiran TikTok sementara pada pengguna tertentu. Pengguna minimal harus berusia 13 tahun untuk diperbolehkan menggunakan TikTok.

Otoritas Perlindungan Data Italia mengatakan, mereka akan memblokir TikTok dengan segera hingga 15 Februari, dan media sosial asal China itu harus tunduk pada aturan.

Dalam kesempatan terpisah, TikTok menyatakan pihaknya tidak bisa mengidentifikasi konten yang membuat gadis tersebut mengikuti blackout challenge. Namun mereka berjanji membantu penyelidikan oleh pihak berwenang atas kasus dugaan "konten yang memicu bunuh diri".

"Keamanan komunitas TikTok adalah prioritas mutlak kami, untuk kejadian ini kami tidak mengizinkan konten apa pun yang mendorong, mempromosikan, atau mengglorifikasi perilaku berbahaya," kata juru bicara TikTok.

Di luar itu, para pakar medis juga telah mengingatkan tentang bahaya sejumlah tantangan TikTok yang viral di kalangan anak muda. Tantangan itu biasa disebut "scarfing" atau "choking game" untuk membatasi aliran oksigen ke otak.

Kematian gadis ini pun memicu respons Presiden Parlemen Komisi Perlindungan Anak Italia Licia Ronzulli. Dia menyerukan penerapan regulasi jejaring media sosial bisa lebih baik agar tidak dengan mudah menayangkan hal-hal yang bisa menginspirasi perilaku yang membahayakan.



Simak Video "TikTok Cash Diblokir Kominfo!"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)