Para Pebisnis Ini Tinggalkan WhatsApp

Para Pebisnis Ini Tinggalkan WhatsApp

Fino Yurio Kristo - detikInet
Sabtu, 16 Jan 2021 05:45 WIB
WhatsApp
Aplikasi WhatsApp. Foto: detikINET/Irna Prihandini
New Delhi -

WhatsApp digunakan semua kalangan, termasuk para pebisnis. Namun demikian, menyusul kontroversi kebijakan baru privasi WhatsApp, sebagian dari pebisnis itu memutuskan untuk meninggalkan WhatsApp dan beralih ke layanan lain.

Fenomena itu terjadi di India, salah satu pasar terbesar WhatsApp. Data Sensor Tower menunjukkan Signal menjadi aplikasi di India yang paling banyak diunduh, 7,1 juta kali antara 5 sampai 12 Januari. Adapun download Telegram naik 40% dan WhatsApp turun 30%.

"Di sini di India, WhatsApp/Facebook telah menyalahgunakan monopoli mereka dan mengambil privasi jutaan user. Kita harus pindah ke Signal sekarang. Terserah pada kita apa akan menjadi korban atau menolak," tulis Vijay Shekhar Sherma, CEO perusahaan fintech Paytm.

Perusahaan pembayaran digital MobiKwik mengaku walau baru saja menggunakan WhatsApp untuk komunikasi bisnis, telah memutuskan pindah ke layanan Signal dan Google.

"Saya sudah tidak tersedia di WhatsApp dan menasihati eksekutif senior lain melakukan hal yang sama," kata CEO MobiKwik, Bipin Preet Singh yang dikutip detikINET dari Reuters, Sabtu (16/1/2021).

Ada lagi perusahaan PhonePe, salah satu penyedia layanan pembayaran mobile terbesar di India. CEO PhonePe, Sameer Nigam mengumumkan telah meminta 1.000 staff di perusahaannya untuk meninggalkan WhatsApp dan beralih memakai Signal.

"Kebanyakan kontak pekerjaan sudah pindah juga ke Signal. Saya pikir mereka sudah mencari alternatif beberapa lama. Ironisnya, malah Facebook sendiri yang mungkin memberi alasan orang akhirnya pindah," katanya.

Nigam mengaku sebenarnya sulit untuk meninggalkan WhatsApp yang ia nilai masih layanan pesan terbaik. Namun ia tetap teguh dengan pilihannya pindah ke aplikasi pesaing.

"WhatsApp adalah produk terbaik yang saya lihat di kategori sosial atau komunikasi. Saya percaya pada pendiri WhatsApp. Saya suka dengan kesederhanaan produk mereka. Tak pernah membayangkan pindah ke layanan lain," cetusnya di Twitter.



Simak Video "Mengenal Pendiri Telegram dan Signal yang Kerap Menyerang WhatsApp"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)