Pandemi COVID-19 Bikin Susah Kenali Social Anxiety? Cek di Website Ini

Pandemi COVID-19 Bikin Susah Kenali Social Anxiety? Cek di Website Ini

Aisyah Kamaliah - detikInet
Minggu, 08 Nov 2020 22:09 WIB
ilustrasi cemas
Website yang bisa dikunjungi untuk mendeteksi kecemasan sosial. Foto: thinkstock
Jakarta -

Pandemi COVID-19 membuat sebagian orang justru merasa lebih nyaman karena interaksi dilakukan dengan tidak harus tatap muka, semisal melalui Zoom atau platform online lainnya.

Hal ini bahkan dibenarkan oleh testimoni dari dr Andri SPKJ, FACLP, yang mengatakan bahwa ia menemukan pasien yang mengalami social anxiety atau kecemasan sosial merasa ada 'hikmah' di balik pandemi COVID-19 karena tidak harus bertemu langsung dengan orang-orang.

"Dia bilang 'lumayan juga ya masa pandemi bisa ngomong sama 200 orang di Zoom', tapi begitu berhadapan secara tatap muka dia akan tetap mengalami gejala," ucap dr Andri di acara '#SuperONEderful dari SuperYou by Sequis Online', Jumat (6/11).

Gejala yang dimaksud dr Andri biasanya mencakup gangguan pada tiga bagian tubuh: jantung, lambung dan paru-paru, antara lain jantung berdebar, kesulitan berbicara, seperti ingin muntah, dan rasa sesak ketika bertemu dengan orang lain secara riil. Gejala ini pun biasanya datang ketika bertemu dengan orang yang lebih disegani seperti orang tua atau atasan.

Nah, apakah kamu termasuk orang yang mengalami gangguan kecemasan? dr Andri merekomendasikan untuk mengakses website www.pdskji.org untuk mengetahui skrining awal.

"Ada lebih dari 30 psikiater di Indonesia yang bisa diajak berkonsultasi atau dengan aplikasi Sehatpedia dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, nanti bisa minta dijelaskan apakah harus berkunjung ke dokter," tandasnya.

Lebih lengkapnya, ini dia beberapa gejala seseorang mengalami kecemasan sosial atau 'demam panggung':

- berkeringat
- tercekat di tenggorokan
- tegang dan nyeri otot
- melarikan diri atau kabur
- gemetar
- detak jantung yang semakin cepat
- mual dan pusing
- sebisa mungkin menghindar (contoh: menghindari kontak mata).



Simak Video "Tips Berpuasa bagi Pasien Gangguan Kecemasan dan Psikosomatik"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/ask)