Trump Klaim Pilpres AS 2020 Dicurangi, Twitter Kasih Peringatan

Trump Klaim Pilpres AS 2020 Dicurangi, Twitter Kasih Peringatan

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Rabu, 04 Nov 2020 14:48 WIB
Kasus Covid-19 dunia tembus rekor baru: AS termasuk tertinggi, Trump dituduh memalukan dan berbahaya karena tetap kampanye pilpres
Twitter Tandai Postingan Trump, Tuduh Pilpres AS 2020 Mau Dicurangi (Foto: BBC World)
Jakarta -

Petahana Presiden AS Donald Trump menuding Pilpres AS 2020 mau dicurangi. Twitter pun memberikan peringatan keras.

Saat ini sedang berlangsung perhitungan suara Pilpres AS 2020. Dipantau detikINET dari Fox News, Rabu (4/11/2020) posisi sementara Biden unggul 238 suara elektoral melawan Trump dengan 213 suara elektoral.

Trump lewat akun twitternya @realDonaldTrump membuat pernyataan yang menuding pihak lawan. Donald Trump bilang dia unggul, namun kubu Biden mencoba mencuri hasil pilpres.

Tak pelak, kicauan ini ditandai oleh Twitter. Twitter memang sudah berjanji akan menandai postingan yang berpotensi menyesatkan dalam Pilpres AS 2020.

"Sebagian atau seluruh konten yang dibagi dalam Tweet ini diperdebatkan dan mungkin menyesatkan terkait proses pemilu atau sipil lainnya," kata Twitter.

Lebih jauh lagi, Twitter menjelaskan lewat akun @TwitterSafety bahwa Trump membuat klaim yang berpotensi menyesatkan terkait pemilu. Langkah Twitter menurut mereka sesuai Kebijakan Integritas Sipil.

Kebijakan yang dimaksud adalah Twitter melarang postingan yang bersifat menyesatkan terkait partisipasi pemilu, tekanan dan intimidasi, penyesatan soal hasil pemilu, penyesatan atau kekeliruan terkait afiliasi politik.

Langkah Twitter ini disambut protes oleh para pendukung Donald Trump. Menurut mereka Twitter melakukan sensor terhadap Trump dan membiarkan postingan serupa dari Joe Biden.

Perlu diketahui, warga Amerika tidak memilih langsung presidennya seperti di Indonesia. Mereka memilih suara electoral college, semacam mandat yang akan memilih presiden. Seorang capres butuh minimal 270 suara elektoral untuk jadi presiden yang dikumpulkan dari setiap negara bagian. Menang di negara bagian itu, artinya menguasai semua suara electoral college yang ada.

Hingga berita ini ditayangkan, Joe Biden menguasai 238 suara dan Trump menguasai 213 suara dalam Pilpres AS 2020. Namun sisa negara bagian yang masih menghitung suara, condong ke arah Trump.



Simak Video "Donald Trump Gugat Twitter ke Pengadilan, Minta Akunnya Dipulihkan"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/afr)