Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Demam AI Agent OpenClaw Melanda China

Demam AI Agent OpenClaw Melanda China


Anggoro Suryo - detikInet

OpenClaw
Foto: Screenshot situs
Daftar Isi
Jakarta -

Perusahaan teknologi hingga pemerintah daerah di China ramai-ramai mengadopsi alat kecerdasan buatan open-source bernama OpenClaw.

Dalam beberapa pekan terakhir, berbagai perusahaan teknologi memperluas akses ke AI agent tersebut yang mampu menjalankan berbagai tugas digital secara otomatis.

AI agent seperti OpenClaw berfungsi sebagai asisten digital yang dapat melakukan berbagai pekerjaan, mulai dari mengirim email, menjadwalkan rapat, hingga memesan restoran dengan intervensi manusia yang minimal. Berbeda dengan chatbot biasa yang hanya merespons perintah, AI agent dapat mengambil tindakan secara proaktif dengan mengakses berbagai sistem dan data.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Raksasa teknologi Tencent baru-baru ini meluncurkan rangkaian produk AI berbasis OpenClaw yang disebut lobster special forces. Produk ini juga dirancang kompatibel dengan aplikasi super populer mereka, WeChat.

Di saat yang sama, startup AI Zhipu AI merilis versi lokal OpenClaw yang telah dilengkapi lebih dari 50 kemampuan siap pakai yang bisa dipasang hanya dengan satu klik, demikian dikutip detikINET dari CNBC, Jumat (13/3/2026).

Menurut perusahaan keamanan siber AS SecurityScorecard, penggunaan OpenClaw di China bahkan telah melampaui penggunaannya di Amerika Serikat.

Model AI China Ikut Terdongkrak

Popularitas OpenClaw turut mendorong penggunaan model bahasa besar (LLM) buatan perusahaan China. Karena bersifat model-agnostic, OpenClaw dapat berjalan dengan berbagai model AI.

Model seperti ChatGPT milik OpenAI atau Claude dari Anthropic dapat digunakan, tetapi dalam praktiknya banyak pengguna di China justru memilih model lokal.

Data dari platform pengembang OpenRouter menunjukkan tiga model AI yang paling sering digunakan oleh pengguna OpenClaw berasal dari perusahaan China, dengan total penggunaan dua kali lebih tinggi dibanding model dari Google maupun Anthropic.

Hal ini juga dipicu oleh biaya operasional model AI China yang jauh lebih murah dibandingkan pesaing dari AS.

Instalasi Dibuat Lebih Mudah

Meski populer, OpenClaw sempat menghadapi hambatan adopsi karena proses instalasinya cukup rumit bagi pengguna non-teknis.

Untuk mengatasi hal tersebut, sejumlah perusahaan teknologi di China mulai menyederhanakan proses pemasangan.

Unit cloud milik ByteDance, yakni Volcano Engine, meluncurkan versi OpenClaw berbasis web bernama ArkClaw. Versi ini memungkinkan pengguna menjalankan AI agent langsung dari browser tanpa instalasi lokal.

Sementara itu, JD.com menyediakan layanan bantuan instalasi jarak jauh dengan biaya sekitar 399 yuan (sekitar Rp 900 ribu). Layanan ini bekerja sama dengan tim IT dari Lenovo.

Pemerintah Lokal Ikut Mendorong

Meski media pemerintah China sempat memperingatkan soal potensi risiko keamanan OpenClaw, sejumlah pemerintah daerah justru mulai menawarkan insentif untuk mendorong pengembangan aplikasi berbasis AI tersebut.

Distrik Longgang di kota Shenzhen serta kawasan teknologi tinggi di Hefei menawarkan dukungan pendanaan hingga 10 juta yuan (sekitar Rp 22 miliar) bagi perusahaan yang mengembangkan aplikasi OpenClaw.

Program ini juga menyasar konsep "one-person company", yaitu bisnis yang dijalankan oleh satu atau beberapa orang dengan memanfaatkan AI untuk mempercepat pembangunan produk dan layanan digital.




(asj/asj)






Hide Ads