Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Kriteria Gadget Ideal Angga Dwimas Sasongko untuk Bikin Film

Kriteria Gadget Ideal Angga Dwimas Sasongko untuk Bikin Film


Virgina Maulita Putri - detikInet

Xiaomi Pad 8 series
Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET
Jakarta -

Sebagai sutradara ternama, Angga Dwimas Sasongko tentu sudah biasa menggunakan kamera dan monitor kelas profesional. Namun ia juga mengandalkan perangkat yang lebih mobile seperti smartphone dan tablet agar lebih dekat dengan set.

Angga mengatakan sebagai sutradara ia tidak ingin hanya terperangkap di video village dan mengarahkan aktornya dari jauh. Karena itu Angga memilih tablet seperti Xiaomi Pad 8 Pro yang compact dan bisa dikalungkan sebagai monitor portable.

"Sutradara hari ini kan, karena kita masih muda-muda, kita penginnya lebih dekat ke kamera, lebih dekat ke set, mau langsung direct ke aktor," kata Angga dalam workshop Xiaomi Pad 8 series.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya bisa pakai ini, saya pakai aplikasi yang nyambung sama kamera syuting saya, yang nyambung sama video village saya, saya bisa lihat frame saya anytime, anywhere," sambungnya.

Selain ukurannya yang compact, Angga juga mengutamakan tablet dengan display yang cerah agar frame yang ada di layar dapat diamati dengan jelas dalam berbagai kondisi pencahayaan.

ADVERTISEMENT

"Saya butuh satu device yang punya kualitas monitor layar yang bagus, yang saya nggak perlu nutupin pakai jaket biar kelihatan, jadi saya bisa lihat dalam satu frame apa saja yang harus saya benerin," ujarnya.

Sutradara Angga Dwimas SasongkoSutradara Angga Dwimas Sasongko Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET

Selain untuk membantu proses syuting, Angga juga memakai tablet untuk mendukung aktivitas sehari-harinya sebagai CEO Visinema di mana ia harus mengurus banyak dokumen penting.

Untungnya Xiaomi Pad 8 series mendukung WPS Office PC-level sehingga bisa mengolah dokumen dalam berbagai format, dan dilengkapi stylus Focus Pen Pro sehingga Angga bisa langsung membuat storyboard.

"Saya butuh tablet yang ringkas yang saya bisa baca, saya bisa gambar, saya bisa langsung bikin storyboard, lalu kemudian coret-coret untuk ngasih sekedar ide untuk gerakan kamera

"Saya nggak mungkin dengan segitu kompleks banyaknya proyek dengan waktu yang panjang, saya cuma bawa misalnya kertas begitu. Pasti kalau hilang, selesai tuh langsung idenya hilang," kelakarnya.




(vmp/vmp)






Hide Ads