Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Angga Dwimas Sasongko Soal AI: Alat Produktivitas Bukan Kreativitas

Angga Dwimas Sasongko Soal AI: Alat Produktivitas Bukan Kreativitas


Virgina Maulita Putri - detikInet

Sutradara Angga Dwimas Sasongko
Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET
Jakarta -

Kehadiran teknologi AI generatif, khususnya video generator, digadang dapat menggantikan sutradara dan aktor. Namun menurut sutradara Angga Dwimas Sasongko, konten yang dihasilkan AI tidak bisa disebut sebagai karya seni.

Angga meyakini bahwa AI sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, asal penggunanya tetap lebih pintar dibandingkan teknologi yang dipakai. Namun, menurutnya AI tidak akan menggantikan pekerja kreatif begitu saja.

"Saya nggak merasa AI Akan jadi solusi untuk creating atau creation. Karena apa? Nggak ada soul-nya sama sekali, too perfect," kata Angga dalam workshop Xiaomi Pad 8 series di Jakarta, Jumat (13/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang bikin sebuah karya seni jadi sangat mahal dan punya nilai seni adalah ketika beautifully messed, beautifully imperfect. Nah, itu nggak bisa dilakukan sama AI," imbuhnya.

Meski begitu, Angga tidak sepenuhnya menolak adopsi AI. Sutradara film 'Filosofi Kopi' ini mengaku terbantu dengan teknologi seperti AI untuk mendukung produktivitas sehari-hari. Ia juga menganjurkan penggunaan AI untuk mengartikulasikan konsep yang sedang dikembangkan.

ADVERTISEMENT

Angga mencontohkan dalam pekerjaannya sehari-hari ia sering memanfaatkan mode split screen di Xiaomi Pad 8 Pro untuk membuka browser dan aplikasi chatbot AI sekaligus guna kebutuhan riset.

"Ini salah satu cara bagaimana saya bisa cepat banget untuk melihat, memproses, kadang-kadang orang memanfaatkan ini untuk melihat dua hal berbeda," jelas Angga.

"Kalau saya memakai ini untuk dialektika, jadi ada tiga pihak yang berdialektika yaitu AI saya, informasi yang saya gali, sama diri saya sendiri," pungkasnya.



(vmp/fay)




Hide Ads