Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Elon Musk Ancam Demokrat: Hidup dengan Pedang, Mati oleh Pedang

Elon Musk Ancam Demokrat: Hidup dengan Pedang, Mati oleh Pedang


Fino Yurio Kristo - detikInet

(FILES) Telsa, SpaceX and X CEO Elon Musk looks on ahead of the inauguration ceremony where Donald Trump will sworn in as the 47th US President in the US Capitol Rotunda in Washington, DC, on January 20, 2025. Musk attacked the US Agency for International Development (USAID) on February 2, 2025, calling it a
Elon Musk Ancam Demokrat: Hidup dengan Pedang, Mati oleh Pedang. Foto: AFP/CHIP SOMODEVILLA
Jakarta -

Elon Musk, sekutu Presiden Donald Trump, melontarkan ancaman kepada kubu Demokrat yang berniat menyelidiki dugaan korupsi serta perannya di pemerintahan Amerika Serikat jika mereka berhasil menguasai Kongres bulan depan.

"Siapa yang hidup dengan pedang, akan mati oleh pedang," tulis Musk di X, platform media sosial miliknya, sebagai tanggapan atas artikel berita Politico mengenai rencana Demokrat untuk menyelidiki aktivitasnya jika memenangkan pemilihan sela pada bulan November.

"Mereka yang mencari masalah dengan saya harus paham bahwa saya akan mencari tahu siapa dalang sebenarnya dan memburu mereka, bukan cuma bonekanya," tambah Musk di platform tersebut, yang rutin ia gunakan untuk menyebarkan teori konspirasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Musk, triliuner pertama Amerika Serikat, merupakan penyumbang dana utama bagi Partai Republik pimpinan Trump. Ia kerap bertindak sebagai penasihat presiden dan penerima besar kontrak pemerintah melalui kerajaan SpaceX miliknya. Ia juga mengendalikan perusahaan perintis mobil listrik, Tesla.

Setelah membantu mendanai kembalinya Trump ke tampuk kekuasaan pada pemilu 2024, Musk menjalankan proyek kontroversial di Department of Government Efficiency (DOGE) yang dia pimpin. Misinya saat itu adalah memangkas pengeluaran pemerintah AS dan membuat hampir 300.000 pegawai kehilangan pekerjaan.

ADVERTISEMENT

Partai Republik saat ini menguasai Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat. Namun dikutip detikINET dari AFP, Partai Demokrat diprediksi akan memenangkan setidaknya majelis rendah (DPR) pada 3 November mendatang.

Hal ini akan menempatkan kubu Demokrat di kursi pimpinan komite-komite investigasi yang berkuasa, lengkap dengan wewenang untuk memaksa pemberian kesaksian-serta menjadikan Musk sebagai target utama.

"Banyaknya konflik kepentingan (di sini) benar-benar mencengangkan," ujar politikus Demokrat berpengaruh, Zoe Lofgren, seperti dikutip dalam laporan Politico.



(fyk/fay)




Hide Ads