New Normal Unik di Jepang, Kerja Sambil Naik Bianglala

New Normal Unik di Jepang, Kerja Sambil Naik Bianglala

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 20 Okt 2020 15:45 WIB
workcation
Suasana Baru Kerja Jarak Jauh, Workcation di Bianglala (Foto: Yomiuriland)
Jakarta -

Pandemi COVID-19 membentuk berbagai kebiasaan baru, termasuk cara bekerja jarak jauh yang kebanyakan dilakukan dari rumah. Nah, sebuah taman bermain di Jepang punya ide untuk menghadirkan suasana baru bekerja jarak jauh.

Taman bermain Yomiuriland, di Tokyo, Jepang, menawarkan paket workcation atau work vacation yang memungkinkan orang bisa bekerja di tengah suasana taman hiburan. Mereka bisa bekerja di pinggir kolam renang di area resort, bahkan membuka laptop sambil menikmati Tokyo dari ketinggian di bianglala.

Tak usah khawatir mengenai dukungan jaringan internet untuk berkomunikasi. Pihak Yomiuriland mengklaim seluruh area taman bermainnya diselimuti WiFi berkecepatan kencang yang bisa diandalkan untuk bekerja.

Dikutip dari Cnet, Selasa (20/10/2020) Yomiuriland mengenakan biaya 1.900 yen (sekitar Rp 265 ribu) untuk tiket masuk di hari kerja. Tiket ini sudah mencakup bilik bekerja di area tepi kolam renang dan tiket masuk untuk naik bianglala selama satu jam.



Seperti di negara maju lainnya, para pekerja Jepang banyak yang telah bergeser dari kebiasaan pergi kantor ke bekerja dari jarak jauh sejak Maret. Pada Juni lalu, pemerintah Jepang meminta para pemilik perusahaan menargetkan setidaknya 70% karyawan mereka bisa bekerja dari rumah

Jajak pendapat Reuters bulan Agustus menunjukkan, 65% bisnis di Jepang mendorong staf untuk bekerja dari jarak jauh. Salah satunya perusahaan teknologi Fujitsu, mengumumkan pengaturan kerja dari rumah secara permanen bagi 80.000 karyawannya.

Jepang sendiri berhasil mengatasi pandemi dengan relatif baik. Dengan 1,32 kematian per 100.000 orang, angka ini jauh lebih sedikit dibandingkan negara maju lainnya seperti Inggris (65,68 kematian per 100.000), Amerika Serikat (67,03 kematian per 100.000), dan negara-negara Amerika Selatan yang terpukul paling parah seperti Brasil (73,36 kematian per 100.000) dan Peru (105,19 kematian per 100.000). Jepang mencatat ada lebih dari 92.000 kasus COVID-19 dengan 1.670 kematian.



Simak Video "Bosan Work From Home, Bisa Coba Work From Hotel"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)