Mengintip Cara Kerja Karyawan Tokopedia Saat Terapkan Work From Home

Mengintip Cara Kerja Karyawan Tokopedia Saat Terapkan Work From Home

Nurcholis Maarif - detikInet
Minggu, 18 Okt 2020 08:30 WIB
Karyawan Tokopedia
Foto: dok. Tokopedia
Jakarta -

Sistem bekerja dari rumah atau work from home (WFH) menjadi kebijakan alternatif yang banyak diterapkan perusahaan buat pekerjanya di masa pagebluk ini. Sistem ini sepertinya akan berlanjut beberapa bulan ke depan sampai pandemi usai atau minimal sampai vaksin COVID-19 bisa diakses masyarakat.

Bekerja dari rumah dan di kantor (work from office/WFO) adalah dua hal yang berbeda. Banyak tantangan yang dihadapi pekerja saat WFH jika dibanding saat WFO, seperti tidak fokus bekerja karena ada anak yang minta diajak bermain. Lalu minimnya fasilitas kerja di rumah seperti meja dan koneksi internet yang buruk serta beberapa contoh yang lain.

Sistem WFH ternyata juga berpengaruh buruk buat mental pekerja. Hal itu terutama disebabkan kaburnya batasan antara kerja dan kehidupan pribadi para pekerja. Makanya, selain pekerja yang harus beradaptasi untuk WFH, perusahaan juga perlu membangun sistem yang dapat membantu produktivitas dan mental pekerja saat WFH.

VP People and Office Management Tokopedia, Nanang Chalid mencontohkan sistem WFH yang diterapkan di Tokopedia agar Nakama (sebutan karyawan Tokopedia) tetap bisa produktif dan menyenangkan. Menurutnya, berkaitan dengan menjaga produktivitas, sama saja dengan aktivitas bisnis pada umumnya.

Sebab pada dasarnya, seluruh Nakama sudah memiliki objektif yang ingin dicapai. Di sisi lain, praktik bekerja dari rumah sudah lumrah dilakukan beberapa Nakama, khususnya di divisi Tech dan Product, sebelum adanya pandemi COVID-19.

"Demi memastikan efektivitas lebih dari 4.500 Nakama dalam melayani kebutuhan masyarakat Indonesia di tengah pandemi, kami mewajibkan setiap karyawan untuk tetap menjalankan komunikasi virtual antar tim secara berkala sesuai dengan jadwal yang ditentukan," ujar Nanang dalam keterangan tertulis, Minggu (18/10/2020).

"Dalam hal ini, perusahaan memfasilitasi setiap karyawan dengan platform komunikasi digital agar memudahkan dalam berkoordinasi secara lebih aman, juga mengetahui tantangan dan perkembangan tim selama WFH ini," sambungnya.

Menurut Nanang, pihaknya berkomitmen menjadikan Tokopedia sebagai 'The most-admired technology company in Indonesia'. Untuk mencapai komitmen itu, pihaknya menciptakan ekosistem 'high-tech, high-touch Nakama experience' yang dipercaya akan memperkuat status keterlibatan karyawan di Tokopedia.

"Salah satunya adalah dengan menghadirkan program 'Work Fun Home' di mana karyawan dapat memiliki pengalaman bekerja dari rumah yang lebih menyenangkan dan produktif lewat serangkaian kegiatan virtual yang diadakan secara rutin, seperti Nakama Got Talent, Nakama Cerdas Cermat, Positive Talks, Nakama eSport Competition, dan lain-lain," jelas Nanang.

Lebih lanjut Nanang menjelaskan dihadirkan selama periode wajib bekerja dari rumah, Tokopedia juga meluncurkan ekosistem 'Mental Wellbeing' yang berfokus untuk meningkatkan motivasi serta menjaga kesehatan mental karyawan di tengah pandemi.

Lewat program ini, Tokopedia menyediakan sejumlah platform khusus yang dapat diakses kapan dan di mana saja. Misalnya pertama SafeSpace, sebuah platform obrolan online untuk berbagi cerita tentang apapun dengan para profesional. Platform ini gratis dan terjaga kerahasiaannya.

Lalu kedua E-Counselling, program untuk melakukan konseling online dengan psikolog profesional. ketiga, Support Group, platform bagi Nakama dapat berbagi cerita terkait kesehatan mental, bertukar pikiran dan berbagi tips satu sama lain dan difasilitasi oleh psikolog sebagai fasilitator.

"Dan di luar itu, secara proaktif Tokopedia juga menyelenggarakan kelas-kelas online yang membantu Nakama menjaga mental wellbeing-nya, seperti pelajaran meditasi, mindfulness, mengelola stress, dan lain-lain," ujar Nanang.

"Tidak hanya itu, Tokopedia juga memiliki kebijakan 'Thriving Thursday' di mana setiap hari Kamis pertama dan kedua setiap bulannya adalah hari bebas meeting (No meetings day). Hal ini bertujuan untuk memberi ruang bagi Nakama untuk dapat fokus mengerjakan pekerjaan tanpa gangguan," pungkasnya.



Simak Video "Mantap! Pegawai Microsoft Boleh WFH Selamanya"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)