Usaha Twitter Filter Konten Tak Senonoh

Usaha Twitter Filter Konten Tak Senonoh

Aisyah Kamaliah - detikInet
Kamis, 08 Okt 2020 16:50 WIB
ilustrasi twitter
Ilustrasi Twitter. Foto: 9to5mac
Jakarta -

Trending topic Twitter atau kadang tweet yang ditulis netizen beberapa kali terpantau memakai kata-kata juga konten yang kurang pantas. Twitter ternyata sudah punya perhatian khusus pada hal ini sejak lama. Ada juga tweet mengganggu dan tidak sopan seperti 'open BO' dan 'VCS' yang seringkali muncul di selipan trending.

Dwi Adriansah Country Industry Head Twitter Indonesia mengatakan dalam media briefing, Kamis (8/10/2020) meski ada saja tweet yang baik dan buruk, Twitter memiliki prioritas utama dalam membangun platform yang sehat.

"Kita take it very seriously, belum sempurna tetapi kita sudah lakukan inisiatif untuk mengombinasikan teknologi mulai dari visual, teks, kita punya algoritma filter berdasarkan image atau video. Kita juga invest di area tersebut," ucap Adriansah.

Pria yang akrab disapa Ade ini menjelaskan, selain dari machine learning, ada juga manual human review sebab satu topik yang menjadi trending bisa jadi memiliki arti yang berbeda. Sehingga, konteks dari tweet atau trending ini juga menjadi pertimbangan.

Selain itu, Twitter mengharapkan adanya upaya dari pengguna untuk memanfaatkan fitur report. Sistem report ini memungkinkan Twitter untuk memproses secara langsung apakah konten melanggar ketentuan atau tidak.

"Kita ingin memiliki environment yang sehat. Jangan diam saja, sebagai user kita selalu mengimbau di saat ada hal yang tidak appropriate atau harassment silakan laporkan. Jadi bukan hanya peran platform tapi juga yang menggunakannya," sambungnya.

Ditambahkan juga selama 2-3 tahun terakhir Twitter terus berfokus dalam mengembangkan platform yang sehat tanpa melanggar privasi pengguna.

Twitter mencoba sebisa mungkin meminimalisir konten yang melanggar pelanggaran. Dengan ada teknologi termasuk machine learning, 38% dari konten yang abusive bisa dikurang.

Kendati demikian, Twitter bukan platform yang bukan memonitor 24/7 di media massa karena khawatir akan melanggar privasi dari user. Karenanya Twitter mendorong user jika menemukan konten yang sekiranya melanggar untuk segera dilaporkan. Twitter memungkinkan pelaporan dengan form online.



Simak Video "Waduh! Chris Evans Tak Sengaja Posting Foto Mr. P di Instagram"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)