Indosat Ooredoo Hutchison melakukan terobosan dengan menghadirkan solusi berbasis teknologi jaringan yang tak hanya cepat, tetapi juga pintar. Melalui integrasi kecerdasan buatan dalam jaringan seluler, operator ini memperkenalkan teknologi Artificial Intelligence Radio Access Network (AI-RAN).
AI-RAN merupakan teknologi yang menghadirkan kemampuan AI langsung ke dalam jaringan radio seluler. Dengan pendekatan ini, jaringan dapat mempelajari pola penggunaan, beradaptasi secara otomatis, serta mengoptimalkan kinerja jaringan secara real-time.
"Jadi, kita menjalankan aplikasi AI di BTS yang sudah kita optimalkan dengan AI. Sekarang banyak muncul smart glass, itu kan dia mengirim video ke BTS, kalau selama ini kebanyakan download, throuhgput tinggi, nanti upload juga harus bagus, kecepatan harus tinggi, latensinya rendah. Nah, AI RAN ini bisa men-deliver kapabilitas itu dengan kemampuan AI," tutur VP Head of Tech Strategic & Partnership Management IOH, Irwan Radius di Surabaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui teknologi tersebut, jaringan dapat mengatur lalu lintas data secara lebih cerdas, meningkatkan kualitas sinyal, serta menggunakan energi secara lebih efisien. Hasilnya, pengguna dapat merasakan pengalaman koneksi yang lebih stabil dan andal di berbagai lokasi.
Pengembangan AI-RAN juga didukung oleh teknologi komputasi AI dari NVIDIA serta teknologi 5G dari Nokia. Kolaborasi ini menjadi fondasi bagi pengembangan infrastruktur digital yang lebih cerdas, berkelanjutan, dan siap menghadapi kebutuhan jaringan masa depan.
Dalam implementasinya, AI-RAN menghadirkan tiga pendekatan utama. Pertama, AI-and-RAN, yaitu penggunaan infrastruktur yang sama untuk menjalankan fungsi jaringan radio dan komputasi AI secara bersamaan.
Kedua, AI-on-RAN, yang memungkinkan aplikasi AI berjalan langsung pada jaringan akses radio. Ketiga, AI-for-RAN, yakni pemanfaatan AI untuk meningkatkan kinerja jaringan, mengoptimalkan sumber daya, serta meningkatkan pengalaman pelanggan.
Dengan 5G yang dimiliki Indosat dan AI RAN yang telah dikembangkan mampu memberikan teknologi AI yang semula berwujud digital kini mampu diimplementasikan secara fisik.
"Kita harus punya jaringan 5G yang lebih powerfull lagi, makanya di situ ada namanya AI. Jadi, ada 5G, ada AI, kita gunakan," ungkapnya.
5G AI RAN tersebut berhasil dibuktikan melalui perintah suara yang disampaikan sejauh ribuan kilometer dari Barcelona ke Surabaya untuk memandu robot menjalankan instruksi. Hasilnya sungguh menganggumkan, robot anjing tersebut mampu mengikuti sesuai arahan.
Indosat pun menargetkan sektor-sektor yang membutuhkan solusi 5G AI RAN ini, mulai dari area residensial maupun industri yang membutuhkan koneksi cepat dan pintar dalam mengawasi penggunaannya.
"Kalau industri cocok karena untuk kontrol robot ya, alat mesin, lengan-lengan robot misalnya ya. Kalau saat ini mungkin lengan-lengan robot itu komputasinya ada di masing-masing. Indosat kan sudah punya GPU plus software untuk menjalankannya, itu bisa menjalankan lengan-lengan robot tadi yang terhubung dengan perangkat terdekat," tuturnya.
(agt/agt)

