Merasa Kebal, Elon Musk dan Keluarga Tidak Mau Divaksin Corona

Merasa Kebal, Elon Musk dan Keluarga Tidak Mau Divaksin Corona

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 29 Sep 2020 18:41 WIB
Elon Musk
Merasa Kebal, Elon Musk dan Keluarganya Tidak Akan Divaksin Corona. Foto: Twitter
Jakarta -

Elon Musk mengatakan dia dan keluarganya tidak akan divaksin virus Corona ketika nanti sudah tersedia. Dia merasa dirinya dan keluarganya tidak berisiko terkena virus tersebut.

Hal ini terungkap dalam wawancara podcast bersama jurnalis The New York Times Kara Swisher. Dalam percakapan tersebut, Swisher menanyakan apakah sang CEO Tesla dan keluarganya akan divaksin COVID-19 segera setelah tersedia.

"Tidak, karena saya tidak berisiko terkena COVID-19, begitu juga anak-anak saya," kata Musk menjawab pertanyaan Swisher tersebut, seperti dikutip dari Business Insider.

Padahal, tidak ada bukti bahwa Musk dan keluarganya kebal terhadap virus yang sangat menular tersebut. Di Amerika Serikat sendiri, virus tersebut sejauh ini telah menewaskan lebih dari 200 ribu orang dari segala usia.

Swisher juga mengorek pendapat Musk terkait lock down atau penutupan wilayah di AS awal tahun ini. Musk mengatakan, dia menentang lock down dan mengatakan bahwa kebijakan tersebut tidak membuat keadaan menjadi lebih baik.

"Pada dasarnya, hal yang benar untuk dilakukan adalah tidak melakukan lock down. Tetapi menurut saya, siapa pun yang berisiko memang harus dikarantina sampai badai pandemi berlalu," kata Musk.

Tentunya pernyataan Musk ini di luar dugaan, mengingat dia adalah salah satu miliuner yang ikut aktif membantu pembuatan vaksin. Juli lalu, Musk mengumumkan Tesla akan membantu membuat vaksin Corona yang dikembangkan oleh perusahaan CureVac di Jerman.

CureVac sebelumnya menyatakan telah membuat perangkat produksi mRNA portabel dan otomatis yang mereka sebut sebagai printer. Sedangkan Musk mendeskripsikannya sebagai 'RNA microfactories'. Berdasarkan 'resep' yang dimasukkan ke mesinnya, perangkat ini dapat membantu produksi vaksin Corona yang dikembangkan CureVac. Pabrik mikro tersebut akan dibangun di fasilitas Tesla di Jerman.

Salah satu pendukung kandidat vaksin Corona besutan CureVac adalah Bill Gates, yang menggelontorkan dana melalui yayasannya, Bill & Melinda Gates Foundation. Selain itu, CureVac adalah salah satu pionir pembuatan vaksin dengan pendekatan RNA.

Namun jika melihat sejumlah pernyataan Musk belakangan ini, rasanya tidak terlalu mengejutkan jika Musk mengatakan tidak akan divaksin Corona. Beberapa waktu lalu, dalam sebuah wawancara dengan The New York Times, dia mengklaim bahwa anak-anak dan remaja tidak berisiko terkena COVID-19, meski banyak bukti yang memperlihatkan kalangan muda terjangkit virus tersebut dan bahkan meninggal dunia. Musk juga mengabaikan data yang menunjukkan bahwa sebagian besar dari anak-anak muda yang terinfeksi virus Corona tidak menunjukkan gejala .

Mengenai pendapatnya tentang lock down wilayah, hasil studi juga memperlihatkan bahwa kebijakan ini mencegah terjadinya lebih banyak kematian akibat COVID-19. Selain itu, lambannya memutuskan agar warga tinggal di rumah berkontribusi pada hilangnya puluhan ribu nyawa yang seharusnya bisa diminimalkan.

Sangat disayangkan, pernyataan Musk terkait vaksin virus Corona mencerminkan sentimen dari sekitar sepertiga orang AS. Jajak pendapat Ipsos MORI baru-baru ini mengungkapkan bahwa 33% responden AS mengatakan mereka tidak mau divaksin ketika sudah tersedia, dengan alasan kekhawatiran akan efek sampingnya. Sebanyak 20% dari responden tersebut mengatakan mereka menentang vaksin secara umum.



Simak Video "Elon Musk Menolak Disuntik Vaksin Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)